Kenaikan Harga BBM
Harga BBM Naik, Pemilik Warteg Minta Pemerintah Beri Bantuan ke UMKM
Sebab, dampak kenaikan harga BBM tak hanya membuat harga bahan baku masakan warteg jadi naik, tapi juga biaya sewa tempat yang merupakan pengeluaran
Penulis: Bima Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Para pemilik Warung Tegal (Warteg) meminta pemerintah juga memberikan bantuan sebagai dampak kenaikan harga BBM kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan bantuan ini penting agar pemilik warteg dan UMKM lainnya dapat mempertahankan usahanya.
"Terutama untuk meneruskan sewa, yang tidak kalah penting untuk perpanjangan usaha. Sehingga faktor permodalan sangat dibutuhkan oleh para Warteg," kata Mukroni, Kamis (8/9/2022).
Sebab, dampak kenaikan harga BBM tak hanya membuat harga bahan baku masakan warteg jadi naik, tapi juga biaya sewa tempat yang merupakan pengeluaran terbesar, ikut naik.
Para pemilik Warteg pun kini baru berupaya bangkit setelah dua tahun terdampak pandemi Covid-19, sehingga kenaikan BBM dirasa semakin membebani.
"Secara kolegial belum ada komunikasi terkait bantuan UMKM dari pemerintah. Sekarang ada (Warteg) yang sudah menaikkan (harga makan), ada yang belum, beragam," ujarnya.
Baca juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Sesalkan Kebijakan Kenaikan BBM: Mudah-mudahan Pemerintah Tinjau Kembali
Baca juga: Pemerintah Naikan Harga BBM, DTKJ Usulkan Tarif Angkutan Umum di Jakarta Naik Rp1.000
Mukroni menuturkan para pemilik Warteg yang belum menyesuaikan harga makan masih melihat kenaikan harga pangan secara keseluruhanyang diperkirakan tampak setelah satu pekan.
Dia menyebut kenaikan harga makan di Warteg tidak akan melebihi 20 persen agar tidak membebani daya beli pelanggan Warteg yang didominasi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
"Misal telur Rp5 ribu jadi Rp6 ribu, naik 20 perse. Tempe harganya tidak dinaikkan, tapi ukurannya ditipiskan. Yang tadinya setebal buku tulis sekarang bisa setipis kartu ATM," tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000, solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800, dan Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Setelah kenaikan harga ini setidaknya ada tiga jenis bantuan sosial diberikan pemerintah, yakni BLT sebesar Rp150 ribu yang disalurkan selama empat bulan melalui kantor Pos Indonesia.
Baca juga: BLT BBM dan Sembako Tahap 1 Mulai Dibagikan di Kota Tangerang, Berikut Besarannya
Kedua BSU senilai Rp600 ribu yang akan diberikan kepada para pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan, dan bantuan angkutan umum bagi ojek online, nelayan, dan lainnya.
Sementara hingga kini belum jelas apakah para pelaku UMKM seperti Warteg juga mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk mempertahankan usahanya di tengah kenaikan harga BBM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-warteg-lagi.jpg)