Cerita Kriminal

Dalam Sebulan, 2 Sopir Truk Ekspedisi Dibegal di Tol Jagorawi Kramat Jati

Dalam rentan waktu satu bulan terakhir saja setidaknya ada dua sopir truk ekspedisi yang menjadi korban begal di ruas Tol Jagorawi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati saat melakukan olah TKP kasus begal dialami Anton Rudianto di ruas Tol Jagorawi, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Warga yang melintas di ruas Tol Jagorawi melalui Gerbang Tol Dukuh 2, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur harus berhati-hati terhadap aksi komplotan begal.

Dalam rentan waktu satu bulan terakhir saja setidaknya ada dua sopir truk ekspedisi yang menjadi korban komplotan begal bersenjata tajam di ruas Tol Jagorawi dekat Gerbang Tol Dukuh 2.

Anton Rudianto, sopir truk ekspedisi korban begal pada Rabu (7/9/2022) di ruas Tol Jagorawi mengatakan sebelum kasus yang menimpanya seorang rekannya juga menjadi korban.

"Ada teman sopir juga, dia mengalami kejadian serupa seperti saya, dibegal. Kejadiannya kurang lebih satu minggu lalu. Tapi dia enggak bikin laporan (polisi)," kata Anton, Sabtu (10/9/2022).

Belum diketahui pasti apakah komplotan pelaku pada dua kasus tersebut sama, karena berdasar hasil penelusuran jajaran Polsek Kramat Jati tidak ditemukan CCTV dekat Gerbang Tol Dukuh 2.

Baca juga: Dengar Galon Jatuh, Istri Juragan Warung di Matraman Kaget Suaminya Terkapar Dibacok Begal

Namun modus komplotan begal menimpa Anton dan rekannya sama, para pelaku beraksi di bahu jalan Tol Jagorawi memaksa sopir truk untuk menyerahkan handphone dan dompet.

"Kalau yang teman saya kejadian seminggu lalu itu handphone sama dompetnya diambil. Saya enggak ada barang diambil, tapi luka bacok dan pukul batang besi pelaku," ujar Anton.

Luka bacok dan pukul itu yang mengakibatkan Anton tidak dapat langsung melaporkan kasus pencurian disertai kekerasan dialaminya ke Polsek Kramat Jati pada hari kejadian.

Baru pada Sabtu (10/9/2022) saat kondisinya membaik Anton dapat melaporkan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), dengan harapan pelaku dapat diringkus.

"Ini sekarang mau visum. Pelaku itu umurnya mungkin sekitar 25 tahun, badannya kecil cuman bawa senjata semua. Dua bawa klewang, satu gergaji es, satu batang besi begitu," tutur Anton.

Anton Rudianto saat menunjukkan luka begal akibat senjata tajam dan benda tumpul.
Anton Rudianto saat menunjukkan luka begal akibat senjata tajam dan benda tumpul dialami, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2022).

Sebelumnya, Anton Rudianto mengatakan menjadi korban empat komplotan begal saat dalam perjalanan pulang menuju gudang ekspedisi di Tambora pada Rabu (7/9/2022) pukul 04.00 WIB.

"Awalnya saya habis buang air kecil di pinggir tol. Setelah masuk mobil tiba-tiba ada empat pelaku datang, langsung disergap saya," kata Anton.

Kala itu, empat pelaku yang membawa dua bilah klewang, satu gergaji besi, dan satu batang besi memukul kaca mobil lalu memaksa korban untuk menyerahkan handphone dan dompet.

Anton yang sedang berkendara seorang diri sempat berupaya melawan, nahas pelaku justru menyerang secara membabi buta hingga korban mengalami luka bacok dan pukul benda tumpul.

"Mereka narik saya keluar mobil, di luar itu langsung mereka nyerang pakai senjata. Saya kena tiga luka bacok, di jari satu, dan dua di lengan. Itu karena nangkis senjata," ujarnya.

Jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati saat melakukan olah TKP kasus begal di ruas Tol Jagorawi.
Jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati saat melakukan olah TKP kasus begal dialami Anton Rudianto di ruas Tol Jagorawi, Jakarta Timur, Sabtu (10/9/2022).

Akibat penganiayaan tersebut Anton juga mengalami luka hantam batang besi pelaku di bagian leher, lengan, dan paha hingga sempat tersungkur dekat Gerbang Tol Dukuh 2.

Saat kejadian sebenarnya terdapat sopir truk ekspedisi lain yang melihat aksi, tapi dia hanya merekam kejadian menggunakan handphonenya tanpa berani menolong korban.

"Akhirnya saya kabur ke gerbang tol, minta pertolongan. Tapi ternyata di gerbang tol lagi enggak ada petugas. Untungnya pas saya kabur mereka enggak mengejar atau ambil barang di mobil," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved