Breaking News:

Kasus 'Tempat Jin Buang Anak', Edy Mulyadi Divonis 7 Bulan 15 Hari dan Dibebaskan dari Tahanan

Hakim dalam putusannya juga memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan terdakwa Edy Mulyadi dari tahanan.

Kompas.com/Tatang Guritno
Terdakwa Edy Mulyadi sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2022). Terkini, majellis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 7 bulan 15 hari kepada Edy Mulyadi atas kasus penyebaran kabar bohong tempat jin buang anak terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.  

TRIBUNJAKARTA.COM - Majellis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 7 bulan 15 hari kepada Edy Mulyadi atas kasus penyebaran kabar bohong tempat jin buang anak terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

Edy Mulyadi dinyatakan terbukti bersalah menyiarkan berita bohong dengan sengaja yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," kata hakim ketua Adeng AK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yakni 7 bulan 15 hari penjara," imbuhnya.

Edy Mulyadi dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Hakim dalam putusannya juga memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan terdakwa Edy Mulyadi dari tahanan.

Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Edy Mulyadi yang Sebut IKN Tempat Jin Buang Anak dan Prabowo

Alasannya, karena masa hukuman pidana yang dijatuhkan terhadap Edy Mulyadi sama dengan masa penangkapan atau penahanan

Diketahui, Edy Mulyadi mulai ditangkap dan ditahan pihak penyidik Bareskrim Polri usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ini pada 31 Januari 2022.

Tangkapan Layar dari kanal youtube Edy Mulyadi, pernyataannya dalam video tersebut membuat masyarakat resah bahkan geram dengan melontarkan kata-kata tidak pantas.Lalu siapa Edy Mulyadi, sosok yang viral gara-gara menghina Kalimantan dan rendahkan Prabowo Subianto? simak profil dan nasibnya kini.
Tangkapan Layar dari kanal youtube Edy Mulyadi, pernyataannya dalam video tersebut membuat masyarakat resah bahkan geram dengan melontarkan kata-kata tidak pantas.Lalu siapa Edy Mulyadi, sosok yang viral gara-gara menghina Kalimantan dan rendahkan Prabowo Subianto? simak profil dan nasibnya kini. (TribunKaltim)

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut majelis hakim memvonis Edy Mulyadi dihukum 4 tahun penjara

Jaksa penuntut umum meyakini Edy Mulyadi bersalah melakukan keonaran di kalangan masyarakat.

"Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022) lalu.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yakni 4 tahun penjara," imbuhnya.

Edy Mulyadi diyakini jaksa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana .

Jaksa mengungkap hal yang memberatkan tuntutan adalah perbuatan Edy secara konsisten terus-menerus membuat konten di kanal YouTubenya yang memuat berita bohong.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved