Konflik Penghuni dan Pengelola Jadi Pemicu Serangan Kelompok OTK ke Apartemen di Pluit
Konflik penghuni dan pengelola jadi pemicu serangan OTK ke Apartemen Pantai Muara di Pluit, Penjaringan, Senin (12/9/2022).
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Lalu saya lihat dari atas banyak gerombolan datang, kurang lebih di atas 50 sampai 100 orang," sambungnya.
Baca juga: Anggota DPRD Dalang Penyerangan yang Tewaskan Dua Petani Tebu Divonis 8 Tahun, Ini Sepak Terjangnya
Dari apa yang didengar dan disaksikan Yusuf, gerombolan orang-orang itu memasuki lantai basement apartemen dan merusak kantor pengelola.
Bahkan, mereka sampai memukuli satpam dan penghuni apartemen tersebut.
"Mereka memecahkan kaca di kantor badan pengelola dan semuanya, banyak satpam dipukuli, saya dengar ada lima satpam dipukuli dan penghuni ada yang dipukul juga," ucap Yusuf.
Yusuf mengatakan, puluhan orang itu diduga kuat disewa oleh pengelola apartemen yang saat ini sedang berkonflik dengan para penghuni.

Beberapa waktu lalu, penghuni sempat menyegel kantor pengelola apartemen yang dianggap kurang transparan terkait penarikan iuran pengelolaan lingkungan.
Massa yang datang hari ini, lanjut Yusuf, datang dan membuka segel sampai menghancurkan pintu kantor pengelola apartemen tersebut.
Karenanya, warga menilai dan menduga kuat sekelompok orang tak dikenal ini merupakan massa bayaran yang disewa oleh pihak pengelola yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
"Jadi mereka ini berkelompok, jadi mereka ini bukan di pihak kita, tapi mereka itu di pihak badan pengelola," ucap Yusuf.
Dalam video amatir yang direkam salah satu penghuni, terlihat gerombolan massa berbadan tegap ramai-ramai berjalan dari depan area apartemen.
Massa kemudian memasuki bagian dalam apartemen menuju ke lantai basement, tempat keberadaan kantor pengelola.
Video amatir lainnya merekam orang-orang diduga massa bayaran itu lantas membuat kericuhan hingga mengintimidasi sekuriti hingga penghuni apartemen.
Bahkan, tangan salah satu penghuni apartemen dipukul saat sedang merekam video dengan ponselnya.
Meski ada aparat dari kepolisian hingga TNI yang berjaga, segerombolan massa tetap melakukan perusakan.
Akibat perusakan, pintu kantor pengelola apartemen tersebut pecah dan terjadi kerusakan.