Kenaikan Harga BBM
Harga Bahan Pokok Naik Terdampak BBM, Warga Minta Pemerintah Rutin Berikan Bantuan
Warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM berharap pemerintah rutin memberikan bantuan untuk meringankan daya beli masyarakat.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM berharap pemerintah rutin memberikan bantuan untuk meringankan daya beli masyarakat.
Minah, satu warga Kelurahan/Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur penerima BLT BBM dari Kementerian Sosial mengatakan bantuan penting karena harga bahan pokok sekarang ikut naik.
"Harapannya ya bantuan ini ada rutin, biar walaupun harga pada mahal kita enggak beban banget. Karena bantuan ini cukup membantu," kata Minah di Jakarta Timur, Selasa (13/9/2022).
Bukan tanpa sebab, sejak pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax kini harga bahan pokok hingga tarif angkutan umum kini ikut melonjak.
Sementara daya beli masyarakat hingga kini belum pulih dari dampak pandemi Covid-19, khususnya warga pekerja sektor informal yang tidak memiliki penghasilan tetap per bulannya.
"Terdampak dengan kenaikan BBM. Tapi bagaimana, keputusan pemerintah ya kita mengikuti saja. Insya Allah dengan adanya Bansos ini terbantu," ujar Nana Sunana, warga penerima BLT BBM lainnya.
Di Kelurahan/Kecamatan Ciracas BLT BBM sebesar Rp150 ribu dari Kementerian Sosial kini mulai disalurkan melalui PT Pos pada Selasa (13/9/2022), sasarannya sebanyak 628 kepala keluarga (KK).
Penyaluran BLT BBM sebesar Rp300 ribu untuk bulan September dan Oktober ini dilakukan bersamaan dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk bulan September sebesar Rp200 ribu.
"Saya bisa menjamin bahwa penerima tepat sasaran. Karena sebelumnya kita sudah melakukan pendataan lagi di tingkat RT dan difokuskan kepada warga yang memang membutuhkan," tutur Lurah Ciracas Rikia Marwan.
BLT BBM sebesar Rp150 ribu per bulan yang disalurkan melalui PT Pos ini termasuk dalam tiga bantuan yang diberikan pemerintah pusat setelah subsidi bahan bakar minyak (BBM) dialihkan.
Selain BLT, pemerintah memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600 ribu bagi pekerja dengan upah Rp3,5 juta, dan bantuan angkutan untuk para sopir angkutan, ojek online, nelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/blt-warga.jpg)