Viral di Media Sosial

Polisi Berulah Seakan Tak Ada Habisnya, Kali Ini Gegara Urusan Sepele Sampai Mahfud MD Turun Tangan

Terbaru, ada polisi berulah yang sebenarnya gara-gara masalah sepele tapi sampai bikin Menko Polhukam Mahfud MD turun tangan.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Elga H Putra
Istimewa
Polisi berulah seakan tak ada habisnya. Terbaru, ada polisi berulah yang sebenarnya gara-gara masalah sepele tapi sampai bikin Menko Polhukam Mahfud MD turun tangan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polisi berulah seakan tak ada habisnya. Terbaru, ada polisi berulah yang sebenarnya gara-gara masalah sepele tapi sampai bikin Menko Polhukam Mahfud MD turun tangan.

Sekedar informasi, sebuah video berdurasi 2 menit 20 detik tentang seorang oknum polisi terlibat cek-cok dengan Ketua RT di suatu wilayah, viral di media sosial.

Pasalnya, oknum polisi tersebut bersikeras tak mau memundurkan mobilnya yang terparkir menghalangi keluar masuk kendaraan lain di gang.

a

Dilansir dari sebuah tayangan video media sosial Twitter @HabibMu50362599, polisi tersebut berada di dalam mobil tanpa menggunakan pakaian dinas dan memangku seorang anak balita.

Ia mendapatkan teguran oleh Ketua RT dan satu perempuan karena memarkirkan mobil di tengah jalan masuk gang.

Baca juga: Dear Oknum Polisi yang Parkir Halangi Akses Gang, Mahfud MD Sudah Turun Tangan Bilang Jangan Arogan

Dalam rekaman tersebut terdengar suara si perempuan yang mengatakan ingin menggunakan akses jalan tersebut.

Namun, karena polisi tersebut tak mau minggir dan masih saja memarkirkan mobil di tengah gang, perempuan itu pun meminta si polisi memundurkan mobilnya.

Si perempuan pun tak tinggal diam, ia malah merekamnya dan mempostingnya di media sosial.

Menkopolhukam mengomentari sikap arogan seorang oknum polisi yang memakirkan kendaraannya di depan gang.
Menkopolhukam mengomentari sikap arogan seorang oknum polisi yang memakirkan kendaraannya di depan gang. (Tangkapan layar di Twitter)

Oknum polisi itu pun tak menggubris permintaan si perempuan itu.

Hingga akhirnya Ketua RT turun tangan meminta polisi tersebut memundurkan mobilnya.

 Ketua RT sekalipun juga tak mendapatkan respon yang baik dari anggota polisi tersebut.

Alhasil, ketiganya terlibat cek-cok di jalanan.

Oknum yang diduga seorang polisi tersebut sempat berteriak mengatakan tidak bisa memindahkan mobilnya.

"Gak, gak bisa. Gak bisa. Anda maksa, Anda maksa saya," ucapnya kepada Ketua RT.

Baca juga: Polwan Main Serong dengan Sesama Rekan Polisi, Kariernya Langsung Hancur Gegara Tepergok Sosok Ini

Merespon hal itu, Ketua RT pun tetap berupaya untuk terus membujuk oknum polisi tersebut.

"Apa sih, susahnya mundur sedikit?" kata Ketua RT.

Bahkan terlihat Ketua RT tersebut berupaya mendorong mundur mobil tersebut dari arah depan mobil oknum polisi.

Pada akhirnya oknum polisi tersebut pun mengalah dengan cara memajukan posisi parkir mobilnya.

Mahfud MD Turun Tangan

Di media sosial Twitternya yang sudah terverifikasi, Mahfud MD pun ikut berkomentar.

Mahfud MD meminta  oknum polisi tersebut ditindak tegas.

Menurutnya, tindakan tersebut sangat arogan dan  tidak mencerminkan seorang polisi.

Mahfud MD lalu menge-tag akun Twitter Divisi Humas Polri.

"Ini beneran atau konten sandiwara buatan?

Kalau ini sungguhan, maka Polisi harus mengambil tindakan.

Itu ada nomor mobilnya, B 1389 KYP. Masa, arogansinya seperti itu @DivHumas_Polri," kata Mahfud MD dikutip dari Twitter pribadinya @mohmahfudmd.

Baca juga: Turun, Turun! Massa Sopir Taksi Online Tak Puas, Perwakilan Gojek Diminta Turun dari Mobil Komando

Pesan Kapolri

Sekadar informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat berpesan ia akan mencopot dan menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran.

"Saya harus mencopot, saya harus menindak terhadap rekan-rekan yang melakukan pelanggaran-pelanggaran. Dan ini terus saya ulang-ulang."

"Karena saya sayang dengan 430.000 polisi yang telah bekerja dengan baik, dan 30.000 PNS yang juga bekerja dengan baik," kata Kapolri dalam video unggahannya di Instagram pribadinya, @listyosigitprabowo, Senin (12/9/2022).

TONTON JUGA

Selain itu Kapolri menuturkan, jika ia mendapatkan laporan terkait anggota Polri yang melanggar, ia tidak akan menegurnya lagi.

Namun Kapolri akan langsung mencopot anggota Polri yang melakukan pelanggaran tersebut.

"Jadi kalau masih ada kedapatan melanggar terkait terkait dengan masalah judi, terkait dengan masalah penyakit masyarakat, negara sedang pusing bebannya cukup berat terhadap kejahatan-kejahatan kekayaan negara, tolong diberantas."

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan motif pembunuhan berencana Brigadir J tidak keluar antara pelecehan atau perselingkuhan, Rabu (24/8/2022).
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan motif pembunuhan berencana Brigadir J tidak keluar antara pelecehan atau perselingkuhan, Rabu (24/8/2022). (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

"Kalau ada laporan saya tidak perlu tegur lagi, langsung saya copot dan ini berlaku untuk semuanya, apakah itu Polki atau Polwan," tegas Kapolri.

Lalu apakah pesan Kapolri tersebut diabaikan?

Baca juga: Aib Polri Bukan Cuma Ferdy Sambo, Perwira Ini Jadi ATM Berjalan Atasannya: Wajib Setor Ratusan Juta

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved