Penjabat Pengganti Anies Baswedan
Sosok Orang Dekat Jokowi, Anies Baswedan dan Tito Karnavian Ditetapkan DPRD Jadi Pj Gubernur DKI
Sosok orang dekat Presiden Jokowi, Anies Baswedan dan Tito Karnavian akhirnya diusulkan DPRD DKI Jakarta menjadi Pj Gubernur DKI. Simak di sini.
TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok orang dekat Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Anies Baswedan dan Tito Karnavian akhirnya diusulkan DPRD DKI Jakarta menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta.
Nama-nama yang ditetapkan DPRD DKI Jakarta yakni Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.
Ketiga nama yang diusulkan DPRD DKI Jakarta itu dekat dengan Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Nama tersebut muncul dengan melibatkan seluruh fraksi di DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Lalu bagaimana sosok ketiga nama yang diusulkan DPRD DKI Jakarta itu?
1. Bahtiar

Bahtiar merupakan pejabat Kemendagri yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum).
Bahtiar memiliki pengalaman sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).
Ia merupakan birokrat kelahiran Kabupaten Bone, Sulsel.
Baca juga: Besok, DPRD DKI Serahkan 3 Nama Usulan Pj Gubernur Pengganti Anies Baswedan ke Kemendagri
Nama Bahtiar sempat dikomentari Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS.
Fernando menilai Bahtiar salah satu birokrat di Kemendagri layak menggantikan Anies Baswedan.
Bahtiar dinilai mampu mengendalikan stabilitas politik dan sosial di DKI Jakarta.
Baca juga: PDIP Ungkit Janji yang Belum Terwujud, Reaksi Anies Baswedan: Kan Masih Ada yang Harus Diselesaikan
Hal itu termasuk dalam membangun komunikasi, baik dengan jajaran internal DKI Jakarta maupun pemerintah pusat.
Selain itu, sebagai seorang ASN, Bahtiar dinilai memegang teguh sikap netral, sehingga sosoknya dapat diterima semua pihak.

Profil Bahtiar
Nama : Bahtiar
TTL : Bone 16 Januari 1973
Jabatan: Dirjen Polpum Kemdangri
Riwayat Pendidikan
1. Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (1991 - 1992)
2. Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (1995)
3. Insititut Ilmu Pemerintahan (2000)
4. Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran (2008)
5. Doktoral Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran (2013).
Jabatan
Kasubdit Ormas Ditjen Polpum, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri)
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)
2. Heru Budi Hartono

Heru Budi Hartono bukan nama asing di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Kepala Sekretariat Kepresidenan (Kasetpres), itu bisa dibilang dekat dengan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Ia bisa dibilang dekat dengan Jokowi dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.
Heru sempat menduduki jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.
Ia juga hampir dipilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjadi wakilnya di Pilkada Jakarta 2017 lalu.
Kala itu dia nyaris dipinang Ahok yang sempat ingin maju di Pilkada Jakarta melalui jalur independen.
Baca juga: 5 Bulan Lalu Diresmikan Anies Baswedan, Kini Tebet Eco Park Jadi Sasaran Vandalisme
Namun, usai Ahok memutuskan maju melalui jalur partai politik, Heru batal mendampingi sebagai cawagub DKI.
Akhirnya Ahok memilih berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.
Heru dinilai dekat dengan Basuki maupun dengan Joko Widodo saat Presiden masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Heru Budi Hartono merupakan pria kelahiran 13 Desember 1965.
Adapun riwayat pendidikannya yaitu lulusan S1 dan S2 Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta.
Kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) adalah ketika Heru menjabaat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Wali Kota Jakarta Utara pada tahun 1993.
Kemudian secara berurutan, ia pernah menjabat di berbagai posisi di Kota Administrasi Jakarta Utara seperti Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakut (1995), Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakut (1999), Kasubag Sarana dan Prasarana Kota Jakut (2002), Kepala Bagian Umum Kota Jakut (2007), dan Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakut (2008).
Selanjutnya, pada tahun 2013, Heru juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro KDH dan KLN DKI Jakarta.
Ia sempat menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.
Dengan sejumlah rekam jejak bertugas di Jakarta, Heru menjadi idaman PDIP sebagai penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Anies sementara
Nama Heru disebutkan langsung oleh Ketua Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono.
Fraksi PDIP DPRD DKI berharap, Pj Gubernur nantinya diisi sosok yang sudah menguasai permasalahan di ibu kota.
3. Marullah Matali

Sosok Marullah Matali bisa dibilang dekat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Ia dilantik Anies Basewedan sebagai Sekretaris Daerah DKI Jakarta menggantikan Saefullah yang meninggal dunia karena Covid-19.
Mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu merupakan putra asli Betawi.
Pria yang lahir 27 November 1965 itu telah mendedikasikan hidupnya sebagai seorang birokrat di lingkungan Pemprov DKI sejak tahun 1996.
Marullah Matali menamatkan pendidikan S1 Agama Islam di Universitas Basra, Saudi Arabia.
Lalu ia melanjutkan pendidikan S2 Hukum Islam di IAIN Jakarta.
Ayah dari dua anak ini pernah menjabat sebagai staf Biro Bina Mental Spiritual Provinsi DKI Jakarta, Kepala Seksi Bina Lembaga Mental Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta, dan Kepala Seksi Dinas Bina Mental Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta.
Marullah juga sempat menjabat t sebagai Kepala Sub Dinas Bina Mental Spiritual Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta, Kepala Sekretariat Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, dan Kepala Biro Pendidikan dan Mental Prov. DKI Jakarta.
Marullah juga pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Asisten Deputi Gubemur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan.
Marullah sempat meraih penghargaan masa kerja 15 Tahun dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2011 dan Penghargaan Satyalancana Karya Satya KL. 1 dari Presiden RI pada tahun 2012.
Ia juga meraih skor tertinggi dalam tes tertulis dan penulisan makalah seleksi Sekda DKI Jakarta.
Tahapan seleksi terbuka Sekda DKI berlangsung sejak 1 Oktober 2020.
Kala itu, sebanyak 18 orang aparatur sipil negara (ASN) mendaftar untuk menduduki jabatan orang nomor tiga di Ibu Kota.
Dia meraih skor tertinggi dalam tes tertulis dan penulisan makalah dengan nilai 78,00.
Marullah juga meraih nilai 82,22 dan mendapat bobot sebesar 20,56 persen dalam tes asesmen kompetensi.
Libatkan Seluruh Fraksi
Penetapan tiga nama pengganti Anies Baswedan melibatkan seluruh fraksi di DPRD DKI Jakarta dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) yang digelar siang ini, Selasa (13/9/2022).
Setiap fraksi pun menyetorkan tiga nama yang akan diusulkan sebagai Pj Gubernur pengganti Anies Baswedan.
Kemudian, tiga nama yang paling banyak muncul otomatis bakal diserahkan DPRD DKI kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Selanjutnya, ketiga nama ini akan langsung dikirim ke Presiden Joko Widodo bersama tiga kandidat lain yang diusulkan Kemendagri.
Enam nama yang disetorkan ini kemudian bakal dipilih salah satunya oleh Presiden Joko Widodo.