Diminta Bubar Karena Rugikan Pembangunan Jakarta, TGUPP Bicara Singgung Pengganti Anies Baswedan

TGUPP sebagai pembantu gubernur menyerahkan nasibnya kepada gubernur baru pengganti Anies Baswedan.

Kompas.com/Jessi Carina
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersama lima anggota TGUPP bidang pencegahan korupsj bernama Komite Pencegahan Korupsi di Balai Kota, Rabu (3/1/2018). Komite ini diketuai oleh Bambang Widjojanto. KOMPAS.COM/JESSI CARINA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tatak Ujiyati menanggapi santai pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang meminta TGUPP dibubarkan usai Gubernur Anies lengser.

Tatak tidak mempersoalkan kritik keras yang dilontarkan Prasetyo.

"Ya kalau itu pendapat sih boleh aja ya, mau berpendapat kan sah-sah saja. Kedua, pendapat tentang kinerja kan sah, silakan saja," ucapnya kepada wartawan, Rabu (14/9/2022).

Masalah pembubaran ini pun diserahkannya kepada gubernur pengganti Anies Baswedan.

Sehingga, ia merasa tak perlu diributkan bahkan menjadi polemik.

Baca juga: Ketua DPRD Tegas Minta TGUPP Bentukan Anies Bubar: Penyakitnya DKI, Buat Kacau Pembangunan Jakarta

"Lalu soal TGUPP bubar 16 Oktober kan namanya bubar, tim gubernur itu membantu gubernur. Kalau gubernur selesai dan kemudian ada gubernur baru itu terserah gubernur baru mau mendapatkan atau dibantu tim gubernur juga atau tidak itu terserah gubernur baru."

"Jadi menurut saya itu sih sebetulnya bukan hal yang perlu dijadikan polemik juga, karena kewenangan gubernur," ungkapnya.

Diwartakan sebelumnya, masa jabatan Anies Baswedan bakal berakhir pada 16 Oktober mendatang.

Seiring berakhirnya masa jabatan Anies,  Prasetyo Edi Marsudi meminta TGUPP turut dibubarkan.

Pasalnya, keberadaan tim khusus bentukan Gubernur Anies Baswedan ini justru dinilai merusak Jakarta.

"TGUPP harus hilang, itu yang buat kacau pembangunan di Jakarta dengan ide-ide dia yang banyak merugikan," ucapnya di gedung DPRD DKI, Selasa (13/9/2022).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022)
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Politikus PDIP ini pun menyoroti program revitalisasi trotoar yang masif dilakukan di era Gubernur Anies Baswedan.

Ia pun menyoroti program pembangunan Gubernur Anies Baswedan yang hanya difokuskan di sekitar pusat kota, sedangkan daerah pinggiran terabaikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved