Persija Jakarta
Beda Pesan Bambang Pamungkas & Ismed Sofyan di Medsos Saat Pamit dari Persija, Jakmania Sedih Mana?
Pemain senior Ismed Sofyan baru saja mengumumkan dirinya sudah tak lagi menjadi bagian Persija Jakarta.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
tetaplah seperti ini terhadap klub bola yg kalian cintai.
Selalu memberi support untuk siapapun pemain yg berjuang di tim ini. Tetaplah menjaga solidaritas, semakin bijak dalam memberi aspirasi, dan menjadi suporter yg dewasa dalam membela tim kecintaannya.
Sekali lagi Terimakasih banyak Jakmania dukungan kalian selalu luar biasa.
Baca juga: Sudah Main di Persija Sejak Ferarri Belum Lahir, Ismed Sofyan Ogah Disebut Legenda: Pekerja Ibu Kota
Jakmania mungkin Saya bukanlah legenda, saya hanya lelaki biasa yg mengais rezki di ibu kota.
Tetapi Dimana pun saya berada, jak mania selalu mempunyai tempat di hati saya
Ucapan Perpisahan Bambang Pamungkas

The Jak.....!!!
.
Assalamualaikum Wr.Wb
Shallom
Namo buddhaya
Salam kebajikan
Selamat malam
Dan salam sejahtera bagi kita semua
Orang bijak berkata: "Laki-laki sejati tidak menangis, tapi hatinya berdarah" - Zhang Yimao.
Malam ini, ijin kan saya untuk menjadi seorang laki-laki sejati, dengan tidak banyak berbicara, agar saya tidak menangis, cukup hati saya yang berdarah.
Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh komponen dalam tim Persija Jakarta. Untuk perjalanan musim ini yang sangat menguras tenaga, emosi, dan juga kesabaran.
Baca juga: Tak Seperti Bambang Pamungkas, Momen Pamitnya Ismed Sofyan dari Persija Justru Lebih Mirip Simic
Terima kasih juga untuk seluruh jajaran direksi Persija Jakarta. Untuk kerja sama yang luar biasa, selama saya berada di klub ini. Kenyamanan yang membuat saya merasa, jika Persija Jakarta akan selalu menjadi rumah saya.
Juga kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan seluruh masyarakat Jakarta, untuk dukungannya kepada Persija Jakarta.
Serta tidak lupa kepada kalian semua pendukung Persija Jakarta, baik yang malam hari ini berada di stadion, maupun di mana pun kalian berada.
Saya pernah menjadi top skor di sini. Menjadi pemain terbaik di sini. Dan saya pernah menjadi juara di sini. Namun demikian saya juga pernah patah kaki di sini, mengalami depresi di sini, dan dianggap sebagai penghianat juga di sini.
Dalam semua keadaan tersebut, kalian semua tetap berada di belakang saya. Dan untuk itu, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Kalian semua akan selalu memiliki tempat spesial dalam hati saya.