Dikritik hingga Diminta Bubar, Ternyata Ini yang Dikerjakan TGUPP DKI Jakarta di Era Anies Baswedan

Anggota TGUPP DKI Jakarta Tatak Ujiyati mengungkap kerja timnya di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat diwawancarai di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2022). Anggota TGUPP DKI Jakarta Tatak Ujiyati mengungkap kerja timnya di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tatak Ujiyati mengungkap kerja timnya di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia mengatakan, kehadiran TGUPP untuk membantu program kerja dan pemenuhan janji kampanye di era Gubernur Anies.

"Kan begini, Pak Anies kan punya janji politik 23 itu dan 23 ini perlu direalisasikan dengan berbagai cara, dari RPJMD, dibuatkan pergub dan program prioritas gubernur dan setiap prioritas itu secara fix dibuat timeline dan selesai," ucapnya, Rabu (14/9/2022).

Bahkan, ia menyinggung soal eks Gubernur DKI Jakarta.

Pasalnya, di era Anies hadir Jakarta International Stadium (JIS) yang kerap dianggap orang nomor satu di DKI itu sebagai stadion kebanggaan warga Jakarta.

Baca juga: Diminta Bubar Karena Rugikan Pembangunan Jakarta, TGUPP Bicara Singgung Pengganti Anies Baswedan

"Di sisi lain ada 50 lebih dinas dan biro dan badan birokrasi. Tim gubernur ini kan memang dianggap membantu menyelesaikan tugas, sehingga kalau kita melihat kan banyak program Anies terdeliver, misal WTP lima tahun berturut, kemudian JIS yang lima gubernur sebelumnya tidak berhasil membangun," tambahnya.

Berangkat dari hal inilah, Tatak tak ambil pusing menyoal pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang meminta TGUPP dibubarkan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersama lima anggota TGUPP bidang pencegahan korupsj bernama Komite Pencegahan Korupsi, termasuk Bambang Widjojanto, di Balai Kota, Rabu (3/1/2018). Komite ini diketuai oleh Bambang Widjojanto.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersama lima anggota TGUPP bidang pencegahan korupsj bernama Komite Pencegahan Korupsi, termasuk Bambang Widjojanto, di Balai Kota, Rabu (3/1/2018). Komite ini diketuai oleh Bambang Widjojanto. (KOMPAS.com/JESSI CARINA)

Apalagi, TGUPP di era Anies disebut terlalu banyak sehingga menjadi beban APBD.

"Lagi-lagi itu kan statemen masing-masing gubernur. Pak Jokowi mungkin melihat itu tepat dan Pak Anies melihat pendekatannya gini. Jadi subjektif gubernur masing-masing, karena yang penting warga itu output, gubernur terdeliver tidak janjinya?," ungkapnya.

"Jadi kalau saya ya tidak apa-apa Pak Pras menganggap seperti itu, dan tentang TGUPP dibubarkan akan tergantung Pj Gubernur baru," tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal berakhir pada 16 Oktober mendatang.

Seiring berakhirnya masa jabatan Anies, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) turut dibubarkan.

Pasalnya, keberadaan tim khusus bentukan Gubernur Anies Baswedan ini justru dinilai merusak Jakarta.

Baca juga: Ketua DPRD Tegas Minta TGUPP Bentukan Anies Bubar: Penyakitnya DKI, Buat Kacau Pembangunan Jakarta

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved