Breaking News:

DPRD DKI Minta TGUPP Dibubarkan Setelah Anies Lengser, Wagub Ariza dan TGUPP Kompak Beri Respons 

Ahmad Riza Patria satu suara dengan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI perihal pernyataan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria hadir dalam rapat paripurna pengumuman pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur, Selasa (13/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria satu suara dengan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta perihal pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Sebagai informasi, Pras, sapaan karibnya sempat meminta TGUPP dibubarkan seiring lengsernya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Mengetahui hal ini, orang nomor dua di DKI Jakarta menyerahkan semuanya kepada Pj Gubernur pengganti Anies.

"Ya memang habis, dia juga akan habis masanya, kecuali nanti diserahkan kepada Pj gubernur selanjutnya. Apakah merasa perlu adanya TGUPP atau tidak atau melalui cara lain, itu kewenangan Pj Gubernur," ungkapnya, Rabu (14/9/2022) malam.

Politisi Gerindra ini tak menampik bila kehadiran TGUPP untuk membantu Anies merealisasikan janji kampanyenya.

Baca juga: Dikritik hingga Diminta Bubar, Ternyata Ini yang Dikerjakan TGUPP DKI Jakarta di Era Anies Baswedan

"Ya memang kalau itu kan sesuai dengan ketentuan aturan kan namanya tim TGUPP kan tim untuk melakukan percepatan pembangunan," ujarnya.

Tentunya, pernyataan ini sama seperti yang diungkap oleh Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tatak Ujiyati.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar soal kebakaran di Tambora, Kamis (18/8/2022) saat ditemui di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar soal kebakaran di Tambora, Kamis (18/8/2022) saat ditemui di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara. (Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com)

Ia mengatakan, kehadiran TGUPP untuk membantu program kerja dan pemenuhan janji kampanye di era Gubernur Anies.

"Kan begini, Pak Anies kan punya janji politik 23 itu dan 23 ini perlu direalisasikan dengan berbagai cara, dari RPJMD, dibuatkan pergub dan program prioritas gubernur dan setiap prioritas itu secara fix dibuat timeline dan selesai," ucapnya, Rabu (14/9/2022).

Bahkan, ia menyinggung soal eks Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, di era Anies hadir Jakarta International Stadium (JIS) yang kerap dianggap orang nomor satu di DKI itu sebagai stadion kebanggaan warga Jakarta.

"Di sisi lain ada 50 lebih dinas dan biro dan badan birokrasi. Tim gubernur ini kan memang dianggap membantu menyelesaikan tugas, sehingga kalau kita melihat kan banyak program Anies terdeliver, misal WTP lima tahun berturut, kemudian JIS yang lima gubernur sebelumnya tidak berhasil membangun," tambahnya.

Berangkat dari hal inilah, Tatak tak ambil pusing menyoal pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang meminta TGUPP dibubarkan.

Apalagi, TGUPP di era Anies disebut terlalu banyak sehingga menjadi beban APBD.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved