Persija Jakarta
Ironi Ismed Sofyan di Persija: Melegenda Seperti Bambang Pamungkas, Berpisahnya Justru Seperti Simic
Melegenda seperti Bambang Pamungkas, momen perpisahan Ismed Sofyan dari Persija Jakarta justru seperti yang dilakukan Marko Simic.
Tapi hatinya berdarah.
Malam ini izinkan saya menjadi laki-laki sejati.
Tidak banyak berbicara, cukup hati saya yang berdarah," begitulah salah satu ucapan perpisahan Bambang Pamungkas yang berkesan.

Sayangnya momen berbeda dialami Ismed Sofyan.
Sampai hari ini, tak ada perpisahan mengesankan yang diberikan Persija Jakarta kepada Ismed Sofyan.
Padahal, bila mengacu pada tulisan Ismed di Instagramnya, kontraknya dengan Persija sudah berakhir sejak 11 Agustus 2022 lalu.
Artinya sudah lebih dari sebulan Ismed tak menjadi bagian Persija Jakarta.
Namun hingga Rabu (14/9/2022) belum ada pernyataan dari manajemen Persija Jakarta atas pamitnya Ismed Sofyan.
Bahkan, akun media sosial Persija juga belum memposting ucapan selamat tinggal untuk Ismed Sofyan seperti yang lazim dilakukan untuk tiap pemain yang meninggalkan Macan Kemayoran, kecuali untuk Marko Simic.
Baca juga: Beda Ucapan Perpisahan Ismed Sofyan ke Rohit Chand dan Marko Simic yang Sama-sama Tinggalkan Persija
Lebih Mirip Marko Simic
Karena itu, bila merujuk pada pernyataan pamit yang hanya disampaikan melalui akun Instagram sang pemain, momen perpisahan Ismed Sofyan lebih mirip dengan apa yang dilakukan Marko Simic di akhir musim lalu.
Kala itu, Simic mengumumkan dirinya keluar dari Persija Jakarta karena mengaku tak digaji oleh Macan Kemayoran.
"Dengan berat hati saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya dengan secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun," tulis Marko Simic saat mengumumkan keluarnya dia dari Persija pada 26 April 2022 lalu.

Menurut Marko Simic, seringnya ia tidak dimainkan pada fase kedua Liga 1 2021-2022 karena protesnya terhadap gaji yang tidak dibayar-bayar itu.
"Setelah berbulan-bulan janji tidak ditepati dan dibangkucadangkan hanya karena saya menagih hak, saya pikir kini saya perlu melangkah," ujarnya.