Baterai, Tenaga Baru untuk Elektronik Indonesia

Baterai Lithium dapat kita temukan di beberapa perangkat elektronik, seperti handphone, laptop dan yang sekarang lagi tren, yaitu mobil listrik.

Editor: Muji Lestari
Istimewa
Dokumentasi Ukrida 

Oleh Ivan Tanra, Ph.D. Dosen Teknik Elektro, Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida)

TRIBUNJAKARTA.COM - Bercerita tentang baterai pasti kita mengingat tentang baterai Lithium Ion, yang memiliki daya sangat besar dengan volume yang kecil.

Baterai Lithium dapat ditemukan di beberapa perangkat elektronik, seperti ponsel, laptop dan yang sedang tren saat ini, yaitu mobil listrik.

Walau demikian, baterai Lithium sendiri tidak memerlukan banyak Lithium, dimana baterai Lithium hanya mengandung 2 persen Lithium saja.

Komponen yang paling banyak dibutuhkan oleh baterai Lithium adalah Nikel, yaitu metal berwarna putih silver yang sebelumnya digunakan sebagai bahan campuran untuk stainless steel.

Nikel ini digunakan sebagai bahan pembuat baterai yang diperoleh dengan menambang, dimana Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan nikel terbanyak di dunia (sekitar 24 persen cadangan nikel dunia).

Baca juga: Dosen Ukrida Jelaskan Soal Papan Kanban, Kunci Kolaborasi Efektif, dari Toyota Sampai ke Ruang Kelas

Dengan banyaknya cadangan nikel ini, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang industri baterai.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa negara yang berlomba-lomba membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia, seperti LG dan Hyundai yang bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia untuk membangun pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat.

Di era teknologi saat ini, mobil listrik merupakan suatu teknologi yang dapat memberikan dampak besar bagi pasar mobil di Indonesia.

Hampir seluruh perusahaan otomotif dunia bergerak ke arah mobil listrik sebagai salah satu produk yang sangat menjanjikan di masa depan.

Kelimpahan sumber daya nikel di Indonesia dapat mengubah Indonesia menjadi salah satu negara yang menghasilkan baterai listrik terbanyak di dunia, serta membuka potensi lain di Indonesia untuk melakukan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan.

Mengapa demikian? Seperti kita ketahui, baterai merupakan alat penyimpan energi listrik dimana listrik merupakan salah satu kebutuhan utama manusia.

Kita dapat menggunakannya sebagai alat penerangan, menjalankan mesin-mesin untuk mempermudah produksi, memberikan energi pada handphone dan smartphone, serta masih banyak lagi manfaat lainnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan, terdiri dari beribu-ribu pulau, memiliki permasalahan dalam hal mendistribusikan listrik secara merata, terutama kepada pulau-pulau kecil.

Sangatlah sulit menarik kabel di bawah laut untuk mengalirkan listrik hingga ke pelosok-pelosok, dengan baterai, masalah distribusi listrik di Indonesia akan lebih mudah.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved