Cerita Kriminal

Anak Yatim Piatu Diperkosa 4 Bocah, Kak Seto Desak Sparta Hadir di Jakarta, Tapi Anies Belum Respons

Desakan program Sparta hadir di Jakarta digaungkan Kak Seto menyusul ada kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan 13 tahun oleh 4 teman sebayanya.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kak Seto mendesak program Sparta hadir di DKI Jakarta, Selasa (20/9/2022), di Mapolres Metro Jakarta Utara. Desakan program Sparta hadir di Jakarta digaungkan Kak Seto menyusul ada kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan 13 tahun oleh 4 teman sebayanya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi atau Kak Seto terus mendesak supaya Satgas Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga (Sparta) hadir di DKI Jakarta.

Program Sparta yang telah berjalan di beberapa daerah ini sudah diajukan sejak beberapa tahun lalu, namun belum direspons serius oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami sudah menyampaikan permohonan kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta, siapa tahu DKI Jakarta ingin menjadi provinsi pertama yang seluruh RT/RW-nya di enam wilayah kota dan kabupaten ini sudah dilengkapi dengan SPARTA ini," kata Kak Seto di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

"Tapi sampai saat ini belum, mungkin karena kesibukan beliau," sambungnya.

Desakan agar program Sparta hadir di DKI Jakarta semakin digaungkan Kak Seto menyusul mencuatnya kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan 13 tahun yang dilakukan empat teman sebayanya yang masih di bawah umur.

Baca juga: Empat Bocah yang Perkosa Anak Yatim di Cilincing Tidak Layak Dikembalikan ke Orang Tua

Melihat kasus ini dan beberapa kasus kekerasan seksual lainnya yang terjadi di DKI Jakarta, Kak Seto menilai pengawasan terkait perlindungan anak sudah sangat diperlukan hingga tingkat RT.

Sayangnya, hingga kini Pemprov DKI Jakarta belum merespons pengajuan program Sparta dari LPAI sehingga Kak Seto mengaku akan mendesak kembali.

Kolase foto rudapaksa dan lokasi hutan kota tempat pemerkosaan anak perempuan yatim piatu di Cilincing, Jakarta Utara.
Kolase foto rudapaksa dan lokasi hutan kota tempat pemerkosaan anak perempuan yatim piatu di Cilincing, Jakarta Utara. (Kolase Tribun Jakarta)

"Bukan belum (disetujui), kami mengajukan, memohon ini belum diterima, sudah cukup lama kok," kata Kak Seto.

"Kami akan push kembali, akan desak kembali, mungkin dengan adanya kasus di Jakarta Utara dan beberapa kasus di Jakarta Selatan juga ada, di Jakarta Barat ada," ucapnya.

Adapun program Sparta telah dimulai di beberapa tempat, antara lain di Tangerang Selatan, Banyuwangi, Bengkulu Utara, Bitung, hingga Kabupaten Bekasi.

Program ini digalakkan untuk memberdayakan masyarakat di tingkat RT untuk lebih peduli terhadap hak-hak anak.

Masyarakat di tingkat RT diajak terlibat untuk memantau dan melaporkan apabila ada masalah terkait hak anak.

Masyarakat juga diberi sederet pengetahuan tentang peraturan undang-undang yang melindungi hak-hak anak.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved