Cerita Kriminal

Empat Bocah yang Perkosa Anak Yatim di Cilincing Tidak Layak Dikembalikan ke Orang Tua

Selain putus sekolah, keempat anak terduga pelaku pemerkosaaan itu juga dinilai menerima pola asuh yang salah dari orang tua mereka.

Kolase Tribun Jakarta
Kolase foto rudapaksa dan lokasi hutan kota tempat pemerkosaan anak perempuan yatim piatu di Cilincing, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Empat anak di bawah umur yang memerkosa bocah perempuan yatim piatu di hutan kota wilayah Cilincing, Jakarta Utara, dinilai tidak layak dikembalikan ke orangtuanya.

Saat ini, keempat anak berhadapan dengan hukum itu sudah 12 hari dititipkan di Panti Sosial Handayani milik Kementerian Sosial di Cipayung, Jakarta Timur.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, meski keempat bocah tersebut sudah mendapatkan pembinaan, mereka tidak layak dipulangkan untuk diasuh orangtua masing-masing.

"Ketika kami tadi mengonfirmasi kepada empat ABH (anak berhadapan hukum) itu, tampaknya tidak layak untuk dikembalikan kepada orang tua karena orang tua juga dalam kondisi tidak baik," kata Arist di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

Selain putus sekolah, keempat anak terduga pelaku pemerkosaaan itu juga dinilai menerima pola asuh yang salah dari orang tua mereka.

Baca juga: Hotman Paris Sampai Turun Tangan, Alasan 4 Bocah Rudapaksa Gadis Yatim Piatu Bikin Geleng Kepala

Karenanya, Arist menilai langkah paling tepat ialah tetap menitipkan mereka di panti sosial dengan pembinaan langsung oleh negara.

"Kami akan merekomendasikan lewat pendekatan diversi itu dengan mengembalikan pembinaan itu menjadi tanggung jawab negara, dalam hal ini Kementerian Sosial dan sebagainya," kata Arist.

"Kami tadi merekomendasikan juga untuk memperpanjang untuk dititipkan di sana, sampai proses ini selesai," sambung dia.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menghadiri konferensi pers proses hukum empat anak-anak pelaku pemerkosaan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022). Arist menyebut orang tua keempat bocah pelaku pemerkosaan tersebut bisa dipidana penelantaran anak sebagaimana KUHP.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menghadiri konferensi pers proses hukum empat anak-anak pelaku pemerkosaan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022). Arist menyebut orang tua keempat bocah pelaku pemerkosaan tersebut bisa dipidana penelantaran anak sebagaimana KUHP. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo mengatakan, selama hampir dua pekan dititipkan di Panti Sosial Handayani, keempat bocah pelaku pemerkosaan itu mulai menunjukkan perubahan perilaku.

Wibowo juga sepakat anak-anak berhadapan hukum tersebut belum bisa dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing karena khawatir mereka bisa kembali mengulangi perbuatannya.

"Kalau kita kembalikan lagi, kita khawatir perbuatannya akan berulang kembali ya," kata Wibowo.

Langkah ke depannya berdasarkan hasil kesepakatan antara kepolisian dan Komnas PA juga LPAI, anak-anak pelaku pemerkosaan itu akan mendapatkan pembinaan selama 6 bulan ke depan.

Baca juga: Cinta Ditolak Jadi Motif 4 Anak di Bawah Umur Rudapaksa Gadis 13 Tahun di Cilincing

"Kita berikan pelatihan, pendidikan dasar, pembinaan selama 6 bulan dan nanti hasil kesepakatan kita akan ajukan ke pengadilan untuk dapat penetapan," tutup Kapolres.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved