Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Keras Perjuangkan Kasus Brigadir J, Sosok Ini Kini Bikin Podcast: Kamaruddin Sudah Datang

Namanya banyak diperbincangkan usai keras memperjuangkan kasus Brigadir J, sosok ini kini bikin podcast.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Usai keras memperjuangkan kasus Brigadir J, sosok ini kini bikin podcast. 

"Dibantu saya sama sahabat saya Refly Harun," kata Irma dilansir TribunJakarta.com, Selasa (20/9/2022).

Irma berharap podcast ini bisa menjadi media komunikasi untuk berdiskusi dan utamanya mengawal kasus Brigadir J.

Baca juga: Ajukan Banding Diduga Cuma Siasat Ferdy Sambo, Putri Tak Ditahan Contoh Rencananya Sukses?

"Saya pikir podcast ini bisa membuat kita jadi lebih kenal baik dan bisa dibahas dan terutama belakangan ini sedang membahas kasus Sambo," kata Irma.

Sebut Sosok Paling Menderita di Kasus Brigadir J

Sebelumnya, saat datang ke kantor Tribun Jambi, Irma Hutabarat menyebut sosok yang paling menderita akibat pembunuhan Brigadir J.

Dikatakannya, sosok tersebut Rosti Simanjuntak, ibunda dari Brigadir Yosua.

"Dia sudah kehilangan anak karena dibunuh, tapi masih juga menyisakan label pelaku tindak pelecehan pada anaknya yang sudah tidak bisa membela diri itu," kata Irma Hutabarat pada dialog di Kantor Tribun Jambi, Senin (12/9/2022) sore.

Aktivis dan kerabat dari Brigadir J, Irma Hutabarat saat ditemui di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (23/8/2022). 
Aktivis dan kerabat dari Brigadir J, Irma Hutabarat saat ditemui di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (23/8/2022).  (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Label pelaku pelecehan yang dicap pada Brigadir J sejak kasus ini bergulir merupakan pukulan besar bagi keluarga.

"Saya juga seorang ibu, saya bisa merasakan betul bagaimana perasaan orangtuanya.

Itu label yang sangat menyakitkan apalagi kita dengar cerita bahwa Yosua itu orang baik," ucapnya.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual yang kembali diungkit beberapa lembaga negara itu harus diluruskan.

Sebab merupakan sebuah fitnah keji, apalagi yang disebut sebagai pelaku sudah meninggal dunia.

"Sudah meninggal, tapi masih juga dikatakan pelaku pelecehan. Itu fitnah keji. Orang yang mereka tuduh tidak bisa membela diri," ucapnya.

Irma Hutabarat pun menyarankan agar segera dilakukan pemulihan nama baik Brigadi Yosua Hutabarat, jangan ada label negatif itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved