Cerita Kriminal

Tragedi Berdarah Putaran Balik di Taman Sari, Penembak Gelap Sasar Warga: Gara-gara Mulut Pak Ogah

Penembakan itu mengakibatkan dua warga Taman Sari jadi korban pada Rabu (14/9/2022) malam itu.

Satrio Sarwo Trengginas/TribunJakarta.com
Ketua RW 004 Taman Sari menunjukkan lokasi ditemukannya selongsong peluru di Jalan Pantura, Taman Sari, Jakarta Barat pada Senin (19/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Diduga gara-gara keributan juru parkir atau yang biasa disebut Pak Ogah, dengan seorang pengendara mobil di putaran balik, terjadi penembakan misterius di Taman Sari, Jakarta Barat.

Penembakan itu mengakibatkan dua warga Taman Sari jadi korban pada Rabu (14/9/2022) malam itu.

Sosok penembak yang melukai warga itu pun masih gelap.

Ketua RW 004 Taman Sari, Subiyanto, mengatakan penembakan itu diduga ditengarai karena adanya cekcok Pak Ogah dengan sopir yang hendak memutar balik.

Kala itu, si sopir mengendarai mobil los bak dengan kecepatan tinggi memutar balik di Jalan Pantura. 

Baca juga: Nonton Perpisahan Ismed Sofyan di TVJadi Menegangkan: Warga Taman Sari Dengar 2 Kali Suara Tembakan

Ia langsung nyelonong tanpa kasih uang ke Pak Ogah yang mengatur jalan di situ.

"Sopir itu keluar mau ambil sesuatu, langsung dipukul sama Pak Ogah ini. Satu lagi melerai kena dorong jatuh emosi, dia mukul juga," cerita Subiyanto saat ditemui Wartawan TribunJakarta.com di dekat lokasi pada Senin (19/9/2022).

Masalah itu kemudian merembet ke hari-hari berikutnya.Semenjak itu, teror demi teror menghantui warga tiap malam.

Keesokan harinya, Kamis (14/9/2022) malam, sekelompok orang mengendarai belasan motor mampir di pinggir jalan dekat putaran balik itu.

Mereka mencari keberadaan si Pak Ogah tersebut.

Ketua RW 004 Taman Sari menunjukkan lokasi ditemukannya selongsong peluru.
Ketua RW 004 Taman Sari menunjukkan lokasi ditemukannya selongsong peluru di Jalan Pantura, Taman Sari, Jakarta Barat pada Senin (19/9/2022).

Hal itu diketahui Subiyanto dari warga.

"Besoknya Jumat pagi, ada warga saya yang datang bilang 'Pak, semalam ada yang nyariin Pak Ogah, badannya gede-gede (yang nyariin)," cerita Subiyanto menirukan ucapan warganya.

Belum menemukan Pak Ogah itu, mereka kemudian datang lagi pada Jumat 
(15/9/2022) malam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved