Wali Kota Idris Buka-bukaan Ungkap Alasan Kota Depok Belum Berstatus Kota Layak Anak

Wali Kota Depok Mohammad Idris angkat bicara terkait status Kota Depok yang belum masuk kategori Kota Layak Anak (KLA).

Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Layar tangkap Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam siaran video resmi menyoal mars dan himne Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Wali Kota Depok Mohammad Idris angkat bicara terkait status Kota Depok yang belum masuk kategori Kota Layak Anak (KLA).

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan bahwa Kota Depok belum masuk kategori KLA.

Hasil penilaian terakhir, Kota Depok berada di kategori Nindya dengan skor atau nilai 701-800.

Sementara untuk mencapai kategori Kota Layak Anak, skornya adalah 901-1000.

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Idris mengatakan bahwa belum ada satu pun kota di Indonesia yang telah mendapat predikat KLA tersebut.

Baca juga: Kemen PPPA Tegaskan Depok Belum Kota Layak Anak, Ini Bukti Kasus Sejak Awal 2022

"Di Indonesia belum ada kota ramah anak dalam arti seluas-luasnya. Kalau pun ada itu penilaian standar Kementerian," kaya Idris dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/9/2022).

"Kalau Kota Layak Anak belum ada. Ini kalau kata kementerian (untuk mencapainya) susah. Kalaupun ada, bukan berarti dia nihil kasus-kasus terhadap kekerasan terhadap anak, itu pasti ada," timpalnya lagi.

lalu lintas di Jalan Raya Arif Rahman Hakim dan Jalan Raya Margonda, Kota Depok.
lalu lintas di Jalan Raya Arif Rahman Hakim dan Jalan Raya Margonda, Kota Depok. (Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com)

Idris mengakui bahwa predikat yang diperoleh dari Kemen PPA adalah kategori Nindya.

Hal ini dikarenakan masih adanya kelurangan dalam hal perangkat birokrasi.

"Nah kalau Kota Depok ini Nindya, karena perangkat-perangkat birokrasinya masih ada yang kurang, salah satunya terhadap seluruh sekolah dari berbagai jenjang swasta atau negeri harus menjadi sekolah layak anak," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved