Musim Hujan Datang, Pemkot Jakarta Timur Imbau Warga jadi Jumantik Mandiri Antisipasi DBD

Meski memiliki kader jumantik dan dasawisma untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), tapi penghuni rumah dapat lebih akurat mendeteksi jenti

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Istimewa
Kegiatan juru pemantau jentik atau jumantik untuk memantau jentik nyamuk di rumah. Pemkot Jakarta Timur mengimbau warganya untuk jadi jumantik mandiri di rumah masing-masing mengantisipasi DBD. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemkot Jakarta Timur mengimbau warga menggalakan kegiatan juru pemantau jentik (jumantik) mandiri di masing-masing rumah.

Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan jumantik mandiri perlu dilakukan untuk mencegah penyakit demam berdarah dengeu (DBD) saat musim hujan.

"Saya imbau kepada Jumantik untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, biar menjadi jumantik di rumah masing-masing," kata Anwar di Jakarta Timur, Sabtu (24/9/2022).

Meski memiliki kader jumantik dan dasawisma untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), tapi penghuni rumah dapat lebih akurat mendeteksi jentik.

Pasalnya, lebih mengetahui tempat-tempat penampungan air seperti vas bunga, ember di rumah yang berpotensi jadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

"Kita antisipasi dengan mengganden Dasawisma, menggunakan data Carik Jakarta dengan Sudis Kesehatan, kita lakukan intervensi-intervensi termasuk kita galakan lagi jumantik mandiri," ujarnya.

Baca juga: Kasus DBD di Jakarta Utara Meningkat 3 Kali Lipat Pada Tahun 2022, Dinkes: Tidak Ada Kasus Kematian

PSN dengan cara 3M yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, lalu mengubur barang bekas yang jadi tempat aedes aegypti digalakan karena jadi langkah pencegahan DBD.

Beda dengan fogging atau penyemprotan inteksida yang dapat dilakukan hanya ketika sudah ada kasus warga positif terjangkit DBD, dan hanya bisa membunuh nyamuk dewasa.

"Kita memonitor dan akan evaluasi, mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan DBD. kegiatan PSN, dari sebelumnya dilakukan seminggu sekali menjadi seminggu dua kali, yakni Selasa dan Jumat," tutur Anwar.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved