Sering Terjadi Pendarahan di Luar Siklus Menstruasi, Hati-Hati Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi jenis penyakit yang ditakuti oleh kaum wanita. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HPV atau Human Papillomavirus.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
Freepik
Ilustrasi kanker serviks - Kanker serviks masih menjadi jenis penyakit yang ditakuti oleh kaum wanita. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HPV atau Human Papillomavirus. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kanker serviks masih menjadi salah satu jenis penyakit yang ditakuti oleh kaum wanita.

Penyakit yang menyerang organ reproduksi ini, disebabkan oleh infeksi HPV atau Human Papillomavirus.

Namun, berbagai gejala biasanya timbul setelah kanker tersebut berada di stadium yang lebih lanjut.

Demikian yang dikatakan oleh Medical & Pharmacovigilance Senior Manager, PT Kalbe Farma Tbk, dr Hastarita Lawrenti dalam edukasi bersama Kalbe.

"Biasanya gejala itu akan muncul kalau kanker sudah berada di stadium yang lebih lanjutatau sudah sedikit lebih tinggi. Misalnya, kalau kanker serviks itu gejalanya ada pendarahan tapi di luar siklus menstruasi," kata dia, dikutip dari keterangan pers PT Kalbe Tbk, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Keinginan Terkabul, PPSU yang Sedang Lawan Kanker Payudara Mukanya Cerah Usai Dijenguk Wagub DKI

Ia menjelaskan, terdapat beberapa tanda yang bisa dikenali sebagai gejala adanya kanker serviks.

Salah satunya, seperti adanya pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi.

Ilustrasi kanker serviks
Ilustrasi kanker serviks (ISTIMEWA)

Selain itu pendarahan setelah berhubungan seksual bagi mereka yang sudah menikah, nyeri saat berhubungan seksual, atau keluarnya cairan menyerupai keputihan yang berbau dalam jumlah besar, juga bisa menjadi gejala lainnya yang bisa diwaspadai dari penyakit kanker serviks.

"Bahkan, bisa bergejala nyeri di punggung bagian belakang," tuturnya.

Sebagai upaya pencegahan, ia menurturkan setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan.

Meliputi pencegahan primer, sekunder, dan tersier.  

"Pencegahan primer, artinya pada saat kita dalam keadaan sehat kita bisa melakukan vaksinasi dengan vaksin HPV," kata dia.

"Kemudian, melakukan beberapa gaya hidup, misalnya menghindari berhubungan seksual pada usia yang muda, membatasi partner seksual, karena penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pasangan seksual maka risiko untuk terkena infeksi HPV itu juga semakin besar,” ujarnya.

Baca juga: Bagi Yang Belum Menikah, Dokter Bicara Keperluan Pap Smear Untuk Cegah Kanker Serviks

Sedangkan pencegahan sekunder, diantaranya ialah dengan melakukan screening secara teratur bagi mereka yang sudah aktif secara seksual.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved