Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

Data Jumlah Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Berkurang dari 174 Jadi 125 Orang, Ini Penjelasan Kapolri

Emil menatakan, data korban jiwa 174 orang dihimpun oleh BPBD Jawa Timur hingga siang hari pukul 10.30 WIB.

Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Kapolri Lityo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers terkait tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (2/10/2022) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Data korban jiwa Tragedi Kanjuruhan masih simpang siur.

Saking banyaknya nyawa melayang usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), angkanya sempat berubah-ubah.

Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak sempat menyatakan korban jiwa berjumah 174 orang.

Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memastikan data terkini setelah dicek ekmbali jumlah korban jiwa mencapai 125 orang.

Listyo mengklaim datanya sudah merupakan hasil rekap Dinas Kesehatan di daerah Malang Raya.

Baca juga: Dia Sudah Ditutup Kain Pilu Kisah Sahabat 2 Aremania Dipisahkan Maut di Stadion Kanjuruhan Malang

Pernyataan Wagub Emil

Emil menatakan, data korban jiwa 174 orang dihimpun oleh BPBD Jawa Timur hingga siang hari pukul 10.30 WIB.

"Kami mendapatkan data dari Data BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim bahwa per pukul 09.30 tadi masih 158 orang yang dinyatakan sebagai korban meninggal dunia."

"Namun pada pukul 10.30 jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 174 orang," kata Emil, Minggu (2/10/2022).

Merujuk data BPBD Jatim, setidaknya telah terdata sebanyak 298 orang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Sejumlah 11 orang dilaporkan luka berat. Dan ada sebanyak 174 orang korban meninggal dunia.

Artis peran Arumi Bachsin dan suaminya Emil Dardak saat ditemui usai prosesi pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019).
Artis peran Arumi Bachsin dan suaminya Emil Dardak saat ditemui usai prosesi pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019). (KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA)

"Menurut data yang terhimpun BPBD Provinsi Jawa Timur per pukul 10.30, tadi 174 korban meninggal dunia," ulang Emil Dardak. 

Dikatakan mantan Bupati Trenggalek tersebut, korban meninggal dunia itu berada di delapan rumah sakit yang berbeda-beda di Malang.

Pihak pemerintah provinsi maupun kabupaten terus melakukan sinergi dan update data untuk memastikan tidak ada data ganda ataupun misalnya ada korban yang belum terdata.

"Pemprov berencana memberikan santunan bagi korban meninggal dan lukan berat, ini nanti juga ditambah dengan santunan yang diberikan pemerintah kabupaten. Yang paling penting pengobatan tidak boleh ada kendala biaya," tegas Emil Dardak.

Beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan para korban insiden Kanjuruhan yaitu Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rumah Sakit Wava Husada, RSUD Kanjuruhan, Rumah Sakit Hasta, Rumas Sakit Gondanglegi, Rumah Sakit Teja Husada, Rumah Sakit Mitra Delima. 

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved