Raperda Kota Religius Ditolak, Wali Kota Depok Ucap Terimakasih Kemendagri dan Maaf untuk Masyarakat

Setelah Raperda Kota Religius ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan terimakasihnya ke berbagai pihak.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Layar tangkap Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam akun Youtube resmi miliknya, Kamis (6/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Setelah Raperda Kota Religius ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan terimakasihnya ke berbagai pihak.

“Saya sebagai Wali Kota Depok yang mempunyai atau istilahnya berinisiasi dengan raperda ini, terima kasih banyak seluruhnya. Terutama kepada Pansus DPRD yang sudah bekerja keras,” kata Idris dalam akun Youtube resmi miliknya, Kamis (6/10/2022).

“Juga pada abang-abang atau akang-akang saya di provinsi Jawa Barat yang mempunyai pandangan-pandangan-pandangan. Biasalah dalam berhidup bangsa dan bernegara dalam demokrasi ada pandangan berbeda ini merupakan dinamika dalam demokrasi,” timpalnya lagi.

 

Ucapan terimakasih juga ia utarakan kepada Kementerian Dalam Negeri, yang telah memberikan arahan pada pihaknya.

“Terima kasih juga tentunya kepada Kementerian Dalam Negeri yang memberikan arahan-arahan yang sangat bijak kepada Pak Menteri Dalam Negeri, Pak Tito yang memberikan arahan dan nasihat agar kita saling berlapang dada di dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di pemerintah daerah, khususnya Depok,”bebernya.

Baca juga: Pantun Untuk Ultah ke 51 Ridwan Kamil Dari Wali Kota Depok : Jalan-Jalan ke Situ

Baca juga: Viral Aksi Hukum Sopir Truk Dengan Cara Berguling, Badan Kehormatan Panggil Wakil Ketua DPRD Depok

Idris menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat Kota Depok atas ditolaknya Raperda Kota Religius ini.

“Saya memohon maaf kepada seluruh warga dan masyarakat Depok yang kami sempat waktu itu menyosialisasikan kandungan raperda ini dengan berangkat dari permasalahan-permasalahan kehidupan beragama yang ada di Kota Depok,” jelasnya.

“Raperda ini kalau memang nanti keputusannya bersama dengan DPRD tidak dilanjutkan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT tetap memberikan pahala ijtihad kita kalau memang ini benar berarti mendapat dua pahala. Kalau ijtihad kita salah dapat satu pahala, mudah mudahan itu yang kita harapkan, terima kasih,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved