Kabar Baik, Menkes Budi Pastikan Tahun Depan BPJS Kesehatan Bakal Tanggung Biaya Check Up Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tahun depan BPJS Kesehatan akan menanggung biaya skrining kesehatan gula darah, tekanan darah & darah tinggi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Memperingati hari Stroke Dunia, perkumpulan dokter spesialis bidang bedah saraf (neurosurgeon) mengadakan nonton bareng (nobar) film tiga dimensi bertemakan kehebatan otak manusia, stroke dan bedah saraf bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (11/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tahun depan BPJS Kesehatan akan menanggung biaya skrining kesehatan gula darah, tekanan darah dan darah tinggi.

"Mulai tahun depan, skrining akan dicover oleh BPJS. Jangan BPJS kerjanya hanya proaktif, harus preventif, semua skrining tadi, seperti gula, hipertensi, kolesterol, akan dicover BPJS," ujar Budi dalam peringatan Hari Stroke Dunia 2022 tingkat Provinsi Banten di Maxxbox, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/10/2022).

Budi juga menjanjikan adanya berbagai perbaikan sistem di BPJS Kesehatan untuk masyarakat.

Mulai dari perbaikan pelayanan, penanggungan pengobatan penyakit dan lainnya.

Sebab, mencegah suatu penyakit akan lebih murah daripada biaya menyembuhkan penyakit.

Baca juga: Mau Iuran Ditanggung Pemerintah? Begini Cara Daftar BPJS Kesehatan PBI, Catat Persyaratannya

Pihaknya jufa akan membentuk kualitas hidup yang lebih baik, bilamana check-up dasar kesehatan itu mau ditanggung pemerintah.

"Karena mencegah jauh lebih murah dan jauh lebih baik kualitas hidupnya, daripada dibedah. Meski secanggih apapun, terus terang, saya takut," kata Budi.

Memperingati hari Stroke Dunia, perkumpulan dokter spesialis bidang bedah saraf (neurosurgeon) mengadakan nonton bareng (nobar) film tiga dimensi bertemakan kehebatan otak manusia, stroke dan bedah saraf bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (11/10/2022).
Memperingati hari Stroke Dunia, perkumpulan dokter spesialis bidang bedah saraf (neurosurgeon) mengadakan nonton bareng (nobar) film tiga dimensi bertemakan kehebatan otak manusia, stroke dan bedah saraf bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (11/10/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Kalau sudah ditanggung BPJS, Budi menyarankan masyarakat untuk tidak usah takut kontrol ke dokter atau rumah sakit.

Sebab, yang ada saat ini, masyarakat takut menyadari mengidap penyakit serius.

"Jangan takut, lari dari kenyataan. Screening yourself, setiap enam bulan sekali," pungkasnya.

Sebab, dokter spesialis bedah saraf di Tangerang sebut usia pasien penderita penyakit stroke di Indonesia semakin muda.

Bisa disebut, kaum milenial sekarang dihantui dengan penyakit stroke bukan hanya warga yang sudah berusia.

Baca juga: Ketentuan Penggunaan Kartu BPJS Kesehatan yang Baru Dibuat, Bisa Langsung Dipakai Berobat?

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan (UPH), Profesor Eka J Wahjoepramono mengatakan, penyakit stroke kini tidak kenal usia karena gaya hidup atau lifestyle.

"Iya makin muda, artinya karena lifestyle banyak anak muda obesitas, darah tinggi, enggak pernah kontrol, gula darah, kolesterol itu semua memicu stroke," ujar Eka yang juga berprofesi sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf, Selasa (11/10/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved