Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Hendra Kurniawan Arogan Saat Datangi Rumah Brigadir J, Ekspresi Berbeda Terlihat di Sidang Perdana

Brigjen Hendra Kurniawan disebut begitu arogan saat mendatangi kediaman Brigadir J, tapi kini ekspresinya begitu berbeda sewaktu menjalani sidang.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
ISTIMEWA/Youtube Kompas TV
Brigjen Hendra Kurniawan disebut begitu arogan saat mendatangi kediaman Brigadir J, tapi kini ekspresinya begitu berbeda sewaktu menjalani sidang perdana. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Brigjen Hendra Kurniawan disebut begitu arogan saat mendatangi kediaman Brigadir J, tapi kini ekspresinya begitu berbeda sewaktu menjalani sidang perdana.

Hendra Kurniawan adalah eks Karo Paminal Propam Polri yang terseret dalam pusaran skenario kebohongan Ferdy Sambo.

Hendra Kurniawan, hari ini, Rabu (19/10/2022) menjalani sidang perdana kasus obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022).

Hendra Kurniawan jadi sorotan di kasus Brigadir J karena dia dan rombongannya disebut keluarga korban tak beradab saat mendatangi rumah duka di Sungai Bahar, Muaro Jambi pada Senin (11/7/2022) beberapa jam setelah Yosua Hutabarat dimakamkan.

Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak menuturkan dirinya sejak awal sudah dibuat marah dengan Hendra Kurniawan dan rombongan.

Baca juga: Dibela Habis Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J, Hendra Kurniawan Nyatanya Ogah Ikuti Kubu PC di Sidang

Sebab, rombongan Hendra Kurniawan masuk ke dalam rumah Brigadir J tanpa melepas alas kaki.

Mereka juga melarang keluarga Brigadir J untuk merekam kedatangannya.

Namun bibi Brigadir J merekam secara diam-diam hingga akhirnya video kedatangan Brigjen Hendra Kurniawan dan para anggotanya viral di media sosial.

Momen saat Brigjen Hendra Kurniawan bersama sejumlah anggota kepolisian datang ke rumah Brigadir J tanpa melepas alas kaki.
Momen saat Brigjen Hendra Kurniawan bersama sejumlah anggota kepolisian datang ke rumah Brigadir J tanpa melepas alas kaki. (Tangkap layar Kompas TV)

"Mereka langsung masuk, menutup gordyn dan pintu.

Ponakan dan adik-adik histeris ada apa itu," kata Rosti kala menjadi narasumber di acara Rosi Kompas TV beberapa waktu lalu.

"Mereka kaya membentuk pagar betis, jangan ada yang memegang alat komunikasi apapun gaboleh dipegang," lanjutnya.

Dikatakan Rosti, saat itu ayah Brigadir J bertanya untuk apa kedatangan gerombolan polisi ke rumahnya.

"Brigjen hendra berkata kamu datang ke sini untuk memberitahu kejadian ini (kronologi Brigadir J meninggal versi Ferdy Sambo)," tutur Rosti.

Baca juga: Brigjen Hendra Kurniawan Pilih Ikuti Jejak Bharada E Ketimbang Ferdy Sambo di Sidang Perdana

Saat itu, pihak keluarga Brigadir J masih berusaha sopan meskipun marah dengan sikap Hendra Kurniawan dan anggotanya yang tak sopan.

"Bapaknya (Samuel) masih dengan sopan meskipun mereka tidak sopan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved