Viral di Media Sosial
'Pusing' Ucap Bocah ke Warga Usai Ditusuk OTK Sepulang Ngaji, Tergeletak di Jalan dengan Baju Basah
"Pusing," ucap seorang bocah kelas 6 SD berinisial PS (12) kepada warga yang hendak menolongnya. Kala itu PS tergelak di jalan seusai ditusuk OTK.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
“Saya lihat itu pas ketika si anak lagi tergeletak dikerumunin banyak orang. Saya turun dari mobil, melihat anak kasihan, saya bawa ke mobil, saya bawa ke klinik,” tuturnya.
“Bajunya basah. Kirain saya bukan darah,” kata dia.
Faisal Ansory lalu mengungkap kalimat terakhir yang diucapkan PS sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Menurutnya, saat hendak dibawa ke klinik, bocah SD itu masih sadarkan diri dan sempat ditanya oleh orang yang membawanya.
Baca juga: Bocah Perempuan Meninggal Setelah Ditikam Saat Pulang Mengaji, Ambruk Sebelum Sampai Rumah
Ia menjelaskan kondisinya saat itu yang sudah lemas dan kepalanya pusing.
“Pas turun mobil si anak sempat sadar dulu sebentar, ditanya sama supir dia menjawab 'pusing'. Ditanya rumah, dia bilang dekat Limito,” jelasnya.
Dirinya pun mengungkap kalau itu merupakan kalimat terakhir dari bocah SD tersebut sebelum meninggal dunia.
“Sesudah itu dia enggak bicara apa-apa, mungkin udah lemas,” katanya lagi.
Ia pun terkejut saat mengetahui kondisi bocah itu yang sudah kehabisan oksigen dan dirujuk ke rumah sakit.
Baca juga: Terungkap Alasan Bocah Bertindak Asusila pada Temannya di Empang Kalideres: Kecanduan Film Biru
“Sampainya di klinik, saya minta pertolongan, dibilang sudah habis oksigen, Disaranin ke Rumah Sakit Rajawali, karena tidak ada persediaan oksigen di klinik,” ujar dia.
Kemudian dirinya pun langsung membawa korban ke Rumah Sakit Rajawali.
Saat itu ia melihat kondisi korban sudah pucat karena kehabisan oksigen dan darahnya terus mengalir.
“Saat di perjalanan ke rumah sakit, kami melihat ini anak pucet banget. Mungkin di perjalanan ke rumah sakit si anak sudah meninggal,” katanya lagi.
Faisal Ansory pun mengungkap isi tas bocah SD tersebut saat ditemukan dalam kondisi tak berdaya.

Baca juga: Lagi Cari Kepiting, Bocah 8 Tahun Warga Bojonggede Terpeleset Hingga Hanyut Sampai ke Jakarta
Tak ada harta atau barang berharga, melainkan hanya buku dan kitab suci Al Quran.