Kasus Gangguan Ginjal Akut

Anggota Komisi E DPRD DKI Minta Dinkes Perhatikan Anak Setelah 3 Bulan Sembuh Gagal Ginjal Akut

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma meminta Dinkes perhatikan anak setelah tiga bulan sembuh gagal ginjal akut, Selasa (25/10/2022).

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Merry Hotma di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (25/10/2022). Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma meminta Dinkes perhatikan anak setelah tiga bulan sembuh gagal ginjal akut, Selasa (25/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Merry Hotma minta data anak yang sembuh dari gagal ginjal akut.

Hal ini disampaikannya saat rapat kerja Komisi E DPRD DKI dengan eksekutif perihal penjelasan perkembangan penanganan kasus gagal ginjal akut.

"Sekarang yang perlu kita minta perhatian khusus adalah yang sembuh," katanya di Gedung DPRD DKI jakarta, Selasa (25/10/2022).

Ia mengatakan alasan permintaan datanya untuk memperhatikan kondisi anak tersebut pasca sembuh dari gagal ginjal akut.

Dalam rentan waktu tiga bulan pertama, politikus PDI-Perjuangan ini bakal memantau dampak dari kasus gagal ginjal akut tersebut.

Baca juga: Jalani Perawatan di RSCM, 6 Balita Kabupaten Tangerang Terkonfirmasi Kena Gagal Ginjal Akut

"Nah kenapa saya minta tadi data, karena saya ingin memperhatikan dimana alamatnya, saya ingin memperhatikan anak ini setiap 3 bulan pertama dampaknya apa. Saya ingin memperhatikan yang ini terdampak bagaimana kenaikan berat badannya, bagaimana kecepatan bicaranya tepat waktu engga, bagaimana tingkat kecerdasannya normal lagi engga karena bayi kena ginjal dari kecil. Saya tidak yakin ini jadi normal," lanjutnya.

Sebagai bentuk keseriusannya, Merry bakal menerjunkan relawannya ke lokasi tempat tinggal anak tersebut.

Data yang didapat ini bakal disampaikan lebih lanjut dalam rapat kerja Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Saya akan turun ke lapangan karena mereka ini kan cenderung ke arah kuratif ya maksudnya melaksanakan ketika dapat case gitu kan. Jadi saya minta data dan saya akan serius minta data ini saya akan naroh relawan saya yang ada di wilayah itu untuk mengamati ini sebagai membantu mereka untuk kasih masukan. Nanti rapat berikutnya saya akan kasih info, ini loh datanya," pungkasnya.

Dinkes DKI Laporkan Ada 95 Kasus Gagal Ginjal Akut

Kepala Dinkes DKI Widyastuti di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (25/10/2022)
Kepala Dinkes DKI Widyastuti di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (25/10/2022) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak terus bertambah.

Hal ini diketahui dari data yang dibagikan kepada awak media dari Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ngabila Salama.

Dalam data tersebut, tertera ada peningkatan sebanyak 5 kasus dari hari sebelumnya.

Di mana pada 24 Oktober 2022 pukul 10.00 WIB terdapat 90 kasus. Kemudian pada 25 Oktober 2022 pukul 10.00 WIB terdapat 95 kasus.

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Meningkat di Jakarta, Dinkes DKI Laporkan Ada 95 Kasus: 51 Anak Meninggal

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved