Kasus Gangguan Ginjal Akut
Anggota Komisi E DPRD DKI Minta Dinkes Perhatikan Anak Setelah 3 Bulan Sembuh Gagal Ginjal Akut
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma meminta Dinkes perhatikan anak setelah tiga bulan sembuh gagal ginjal akut, Selasa (25/10/2022).
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Dari 95 kasus, sebanyak 51 anak (54 persen) dilaporkan meninggal dunia, 28 anak (29 persen) dalam perawatan, dan 16 anak (17 persen) dinyatakan sembuh.
Sementara untuk domisilinya memang masih didominasi oleh anak-anak yang tinggal di Jakarta, yakni sebanyak 60 anak atau 63 persen.
Kemudian 21 anak atau 22 persen dari Jawa Barat, 12 anak atau 13 persen dari Banten, 1 anak atau 1 persen dari Riau dan 1 anak atau 1 persen dari Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pun tak menampik bila adanya tren kenaikan perihal kasus ini.
Ia menyebut kenaikan mulai meningkat tajam mulai bulan Agustus hingga Oktober 2022.
"Kami belum mengerucut apakah ini suatu apa-apa, tapi semua diagnosa kerja dengan gagal ginjal akut abtifikal pada anak itu kita catat. Memang data perbulannya menunjukkan kasus tertinggi, mulai ningkat cukup tajam tercatat di bulan Agustus, September, Oktober," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/merry-dprd.jpg)