Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Tak Tahu Brigadir J Sudah Meninggal, Adiknya Sempat Kirim WA saat Dipanggil ke Provos: Bang Ada Apa?
Tak tahu Brigadir J sudah meninggal dunia, Reza Hutabarat mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada sang kakak saat dipanggil ke Biro Provos.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
"Di hati itu kayak ‘udah ambil (laundry) aja’, tapi enggak tau ya, gerakan hati kayak ‘ah main dulu lah ke Saguling’."
"Mampir ke sana dan kebetulan banget, pas banget langsung ketemu Bang Daden. Nyampe sana dia langsung (kaget) ‘eh kok belum berangkat, za?’. ‘Iya, bang. PDL-ku lagi di laundry-an’. ‘Masih lama enggak tuh (laundry-nya)?’. ‘Udah kok, bang. Tadi kuhubungi orang laundry-nya, katanya udah selesai, tinggal ambil aja’. ‘Oh yaudah’," sambungnya.
Setelah itu, Daden langsung bertanya ke Reza Hutabarat apakah saat itu dia membawa senjata api, bahkan badannya langsung digeledah oleh ajudan Ferdy Sambo itu.
Bak tak percaya dengan omongan Reza Hutabarat, Daden tak hanya menggeledah tubuhnya, tapi juga jok motornya.
Baca juga: Tatap Orangtua Brigadir J, Bharada E Akan Bela Yosua Terakhir Kali: Saya Siap Apapun yang Terjadi
“‘Eh, kamu bawa senpi enggak?’, langsung digeledah kan, dipegang semua (tubuhnya) sama dia (Daden), kosong (enggak ada senpi). (Kata Daden) ‘Coba deh kita cek ke motor’, masih tidak percaya (enggak bawa senpi). (Reza) Buka jok motor, digeledah lagi, enggak ada apa-apa,” jelasnya.
Usai menggeledah tubuh dan motor, Daden memerintahkan Reza Hutabarat untuk langsung ke Biro Provos.
“Oh oke deh. Kamu nanti gini aja, kalau emang udah nyampe (Biro Provos), kabarin gua ya. Buruan ya, soalnya udah ditunggu banget tuh,”
Reza Hutabarat akhirnya langsung mengambil laundry dan berganti baju untuk menuju Biro Provos setelah Daden menyebut kalau kedatangannya sudah ditunggu.
Sesampainya di Biro Provos, Reza Hutabarat merasa heran sekaligus ketakutan.
Pasalnya ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.

Baca juga: Tatap Bharada E Dalam-dalam, Ibu Brigadir J Nangis di Persidangan: Saya Mohon Berkata Jujur Anakku
Kala itu Reza Hutabarat belum juga mengetahui Brigadir J sudah meninggal dunia.
"Ini kenapa?" ucap Reza Hutabarat.
"Banyak banget orang Paminal, ada Brigjen Hendra Kurniawan, saya ketakutan, kenapa ya," imbuhnya.
Reza Hutabarat lalu akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada Brigadir J.
Pesan tersebut dikirim sekitar pukul 20.00 WIB, atau sekitar dua jam setelah Brigadir J ditembak mati di rumah dina Ferdy Sambo.
Baca juga: Penyesalan Seorang Penembak Temui Orang Tua Brigadir J, Simpuh Bharada E dan Getar Permintaan Maaf