Penemuan Mayat Satu Keluarga

Usai Kasus 1 Keluarga Tewas, Lurah Kalideres Beri Instruksi Khusus ke Kader Jumantik

Lurah Kalideres, Achmad Subhan mengevaluasi jumantik agar lebih peka terhadap kondisi masing-masing rumah warganya.

Satrio Sarwo Trengginas/TribunJakrta.com
Petugas mengotak atik pintu gerbang rumah Perumahan Citra Garden Satu Extension di Kalideres, Jakarta Barat pada (13/11/2022). (1) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak dan paman ditemukan tak bernyawa dalam satu rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) malam.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Lurah Kalideres, Achmad Subhan memberi instruksi khusus kepada para kader jumantik agar lebih peka terhadap kondisi masing-masing rumah warganya.

Petugas jumantik juga harus berperan aktif dalam melakukan tugasnya.

Ia meminta petugas kerap berinteraksi dengan warga lainnya. 

"Saya mohon terhadap kader jumantik, masuk rumah jangan hanya melihat penghuni ada atau enggak. Tapi ngobrolah dengan penghuni rumah," kata Lurah Kalideres, Achmad Subhan di Kantor Lurah pada Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Keluarga Tewas di Kalideres Sempat Ingin Pinjam Rp 50 Juta, Tukang Jamu Syok: Duit Segitu Mana Punya

Namun, bila petugas juru pemantau jentik (Jumantik) tak dibolehkan masuk tanpa alasan jelas, pihak kelurahan akan mengambil tindakan.

"Kita ambil tindakan panggil petugas Satpol PP supaya sama-sama datengin kenapa dia enggak mau dibukakan pintunya. Itu akan saya lakukan," lanjutnya.

Sebab, sebelum kasus ini terjadi, pihak jumantik juga sering mendapatkan penolakan dari rumah warga, terutama di wilayah kompleks perumahan.

Namun, pihaknya akan berusaha keras agar petugas bisa menjalankan tugasnya bila ditemukan warga yang tanpa alasan menolak.

Selama sekali atau dua kali dalam sebulan keluarga yang ditemukan tewas di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat minta dikirim jamu ke rumahnya. Namun, hal itu tak lagi terjadi semenjak Indonesia dilanda pandemi Covid-19.
Selama sekali atau dua kali dalam sebulan keluarga yang ditemukan tewas di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat minta dikirim jamu ke rumahnya. Namun, hal itu tak lagi terjadi semenjak Indonesia dilanda pandemi Covid-19. (Kolase TribunJakarta)

"Karena sebelumnya ada penolakan, kami biarkan saja karena dia merasa enggak mau dimasukkin. Tapi setelah kejadian ini, kita evaluasi lah. Paksa supaya ada apa kenapa enggak mau dimasukkin," tambahnya.

Achmad melanjutkan ada undang-undangnya bila petugas jumantik dihalangi masuk ke rumah tanpa alasan.

Jumantik Ditolak

Informasi soal penghuni rumah korban melarang ada tetangga mendatangi rumahnya disampaikan oleh Dessi yang tak lain adalah tetangga keluarga itu di Perumahan Citra Garden Extension, Kalideres.

"Kamu gausah datang lagi ke sini," ujar Dessi mengulang ucapan yang pernah diucapkan Margaretha kepada kader juru pemantau jentik (jumantik) yang tiap bulan rutin mengecek rumah warga Perumahan Citra Garden Extension, Kalideres sebagaimana dilansir dari Youtube Official iNews, Senin (14/10/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved