Penemuan Mayat Satu Keluarga
Eks Ketua RT Ungkap Masa Lalu Keluarga yang tewas di Kalideres: Ortu Dibiarkan sampai Meninggal
Namun, lanjut Mundji, anak-anaknya hingga mantu Rudyanto tak ada yang mengurusi ayahnya saat sakit.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Acos Abdul Qodir
Cacang juga sudah pindah rumah usai menikah.
Sedangkan Budianto masih tinggal di rumah ayahnya lantaran belum menikah.
Baca juga: Bukan Cuma Mobil, Keberadaan Sejumlah Barang Milik Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Misterius
Dari pernikahan Rudyanto dan Margaretha melahirkan seorang anak bernama Dian Febbyana. Dian menjadi satu-satunya anak mereka.
"Jadi yang tinggal di sana orang tuanya, Rudyanto, istrinya, Dian sama Budianto. Semenjak nikah, istrinya terpengaruh suaminya juga jadi cuek," ceritanya.
Selama mereka hidup berkeluarga, Mundji tak pernah melihat Rudy dan istrinya bertengkar.
Sebab, ia tak pernah mendengar ada bunyi keributan di rumah itu.

Dalam kesehariannya, sang ayah, Tan Giok membuka usaha percetakan seperti pembuatan kartu undangan di rumah.
Rudyanto tak membantu ayahnya. Ia memilih bekerja sebagai karyawan percetakan di kawasan Kota.
"Kalau Budyanto membantu bapaknya kerja di rumah," ujarnya.
Cuek saat ortu sakit
Pada tahun 1997, Tan Giok Tjin sempat terjatuh dari kamar mandi rumahnya.
Tan mengeluh kesakitan dan sulit berjalan.
Dia hanya bisa terbaring di kamar tidur.
Namun, lanjut Mundji, anak-anaknya hingga mantu Rudyanto tak ada yang mengurusi ayahnya saat sakit.
"Setelah jatuh itu, anak-anaknya pada cuek. Enggak mikirin. Pak Rudy enggak peduli," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Juragan Sembako di Bekasi Tertangkap