Pilpres 2024
Beredar Wacana Duet Anies Baswedan dengan Luhut atau Gibran Rakabuming, Demokrat : Gimmick Murahan
Beredar wacana duet Anies Baswedan dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan maupun dengan Gibran Rakabuming.
TRIBUNJAKARTA.COM - Beredar wacana duet Anies Baswedan dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan maupun dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu dampak dari pertemuan Anies Baswedan, baik dengan Luhut maupun Gibran.
Anies diduetkan dengan Luhut setelah keduanya duduk semeja saat menghadiri acara Kalla Group dalam hari ulang tahun ke 70 perusahaan di Grand Indonesia Kempinski Ballroom, Jumat (28/10/2022).
Sementara dengan Gibran, Anies bertemu putra sulung Presiden Jokowi itu padan Selasa (15/11/2022) di Solo Jawa Tengah, di sela acara Haul ke-111 Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.
Soal isu wacana duet Anies-Luhut atau Anies-Gibran turut ditanggapi oleh Partai Demokrat.
Baca juga: Program di Era Anies Dinilai Jadi Biang Kemacetan Jakarta, DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Soal Trotoar
Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution mempersoalkan pihak yang tiba-tiba menduetkan Anies Baswedan dengan beberapa figur dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
"Jangan karena Anies sedang bertemu dengan Luhut Panjaitan, lantas diamplifikasi bahwa Anies-Luhut cocok dipasangkan.
Atau karena Anies ketemu Gibran, lantas diorkestrasi bahwa Anies-Gibran bisa jadi alternatif," kata Syahrial kepada wartawan, Kamis (17/11/2022).

Padahal, kata Syahrial, sesungguhnya pemikiran tersebut sudah lepas dari platform perubahan dan perbaikan yang disepakati Demokrat, NasDem, dan PKS.
"Kegenitan politik seperti ini lambat laun bisa menimbulkan distrust di kalangan masyarakat," ujarnya.
Syahrial menilai gimmick-gimmick politik seperti itu berdampak buruk terhadap masyarakat akar rumput.
"Jika format dan komunikasi koalisi yang sudah dirancang antara NasDem, Demokrat, dan PKS diganggu dengan gimmick politik murahan, dampaknya akan buruk di tingkatan akar rumput," ucap dia.
Menurutnya, platform perubahan dan perbaikan yang diusung Anies akan tercapai bila Demokrat, NasDem, dan PKS berjalan bersama-sama.
Baca juga: PDIP Singgung Polemik UMP di Era Anies Baswedan, Heru Budi Diminta Duduk Bareng Pengusaha dan Buruh
"Jika berselancar sendiri apalagi bersekutu dengan status quo, maka misi sebagai agen perubahan dan perbaikan, menjadi tidak sinkron. Bahkan menciptakan keraguan dan kebingungan," ungkap Syahrial.
Lebih lanjut, Syahrial menganggap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berkorban cukup besar mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden (capres) 2024.