Hasil Survei Tunjukkan Publik Puas dengan Program Pertanahan Kementerian ATR/BPN

Polling Institute mengadakan jajak pendapat pada tanggal 2-8 November 2022 untuk mengetahui program pertanahan diketahui masyarakat.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Ilustrasi Sertifikat Tanah. Polling Institute mengadakan jajak pendapat pada tanggal 2-8 November 2022 untuk mengetahui program pertanahan diketahui masyarakat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah sedang menggalakkan pemberantasan mafia tanah serta reformasi pertanahan.

Pasalnya, masalah pertanahan dapat berdampak pada kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat.

Kepastian hukum penting untuk menjamin rasa aman dan menghindari sengketa tanah yang masih sering terjadi di tengah masyarakat.

Sedangkan kesejahteraan tercapai ketika pemilik tanah yang sah dapat memanfaatkan tanah haknya untuk kegiatan usaha.

Maka program pemerintah terkait pertanahan perlu diketahui dan mendapat dukungan dari masyarakat, agar program-program tersebut dapat berjalan dengan sukses.

Baca juga: Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni Serahkan Sertifikat Wakaf NU dan Muhammadiyah Pekalongan

Oleh karena itu, Lembaga Survei Polling Institute mengadakan jajak pendapat pada tanggal 2 hingga 8 November 2022. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana program-program pemerintah di sektor pertanahan diketahui oleh masyarakat luas?

Direktur Polling Institute, Kennedy Muslim, mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat mengetahui soal program sertifikat tanah untuk rakyat melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sekitar 33.9 persen responden mengaku tahu soal PTSL.

Lembaga Survei Polling Institute mengadakan jajak pendapat pada tanggal 2 hingga 8 November 2022 mengenai sektor pertanahan.
Lembaga Survei Polling Institute mengadakan jajak pendapat pada tanggal 2 hingga 8 November 2022 mengenai sektor pertanahan. (ISTIMEWA)

Namun untuk program-program Lainnya, seperti PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan) dan Hotline Pengaduan, yang diluncurkan oleh Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto belum lama ini, tingkat pengetahuan warga terhadap program-program tersebut masih rendah.

"Untuk Program PELATARAN dan Hotline Pengaduan, tingkat kedikenalannya masih sangat rendah. Masing-masing di angka 5,9 persen dan 8,6 persen," kata Kennedy dalam paparan hasil survei yang disampaikan secara daring, pada Minggu (20/11/2022).

Namun rata-rata masyarakat mengaku puas dengan program-program Pertanahan yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN. Untuk Program PTSL, tingkat kepuasannya mencapai sekitar 77.8 persen. Sedangkan untuk program PELATARAN mencapai 87.4 persen, dan program Hotline Pengaduan mencapai 86.6 persen.

"Tingkat awareness warga terhadap suatu program itu sangat penting. Sebab semakin tinggi, maka akan berdampak positif terhadap persepsi publik terkait kemudahan dalam pengurusan administrasi pertanahan. Jika warga tahu program pertanahan, maka persepsinya jauh lebih positif. Pengurusan administrasi pertanahan dinilai jauh lebih mudah," kata Kennedy.

Selain menyoroti soal program Pertanahan, survei juga dilakukan untuk mengukur keterkenalan sosok Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.

Hasilnya, ternyata 91,3 persen responden mengaku tidak mengenal mantan Panglima TNI tersebut.

Baca juga: MA Tolak PK Perkara Kepemilikan Sertifikat Tanah di Tangerang

Ini dapat dimaklumi, karena Hadi Tjahjanto baru lima bulan menjabat Menteri ATR/BPN. Ia dilantik menjadi Menteri ATR/BPN pada 15 Juni 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved