Debu Batu Bara Kembali Cemari Rusunawa Marunda

Debu batu bara kembali mencemari kawasan Rusunawa Marunda, Jakarta Utara.

Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com
Kawasan Rusunawa Marunda, Jakarta Utara kembali tercemar debu batu bara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Debu batu bara kembali mencemari kawasan Rusunawa Marunda, Jakarta Utara.

Perwakilan Forum Masyarakat Rusunanwa Marunda (F-MRM), Riza mengatakan debu bata bara itu kembali ditemukan pada hari ini, Senin (21/11/2022).

Hal ini pun diketahui dari laporan masyarakat dan investigasi F-MRM.

"Bahwa berdasarkan laporan masyarakat dan investigasi teman-teman F-MRM dilapangan memang hari ini di temukan debu batubara agak berbeda sedikit licin yang kemungkinan ditenggarai bisa jadi bukan hanya dari penumpukan saja bisa saja dari yang lain kemungkinan dari cerobong diwilayah kawasan Berikat Nusantara," jelasnya kepada wartawan.

Akibat kejadian ini, biro kesekretariatan F-MRM ini menyampaikan kekecawaannya kepada Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara yang lambat menangani hal ini.

Baca juga: Dinas LH DKI Jakarta: Debu Batu Bara di Marunda Bukan dari PT KCN

Ia pun berharap ada tindak lanjut dari Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk permasalahan ini.

"Sudin Lingkungan Hidup yang menurut kami sangat lambat untuk melakukan tindakan pencegahan agar tidak terulang kembali pencemaran diwilayah kami, maka kami meminta kepada Walikota Jakarta Utara dan PJ Gubernur DKI Jakarta untuk mengevaluasi kinerja Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara yang kami lihat belum ada progres signifikan pasca dicabutnya Ijin Lingkungan PT KCN," lanjutnya.

Kata Dinas LH DKI

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta klaim debu bara yang mencemari Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara beberapa waktu terakhir ini tidak berasal dari PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di kawasan Jakarta Pusat usai kerja bakti gabungan di Kali Ciliwung pada Kamis (10/11/2022).

"Bahwa di sekitar Marunda masih banyak sekali industri yang menggunakan batu bara, baik sebagai bahan bakar maupun bongkar mutnya sehingga kalau dari KCN sendiri bisa kita pastikan di sana tidak ada bongkar-bongkar muat lagi," katanya di lokasi.

Kawasan Rrusunawa Marunda, Jakarta Utara tercemar debu batu bara.
Kawasan Rrusunawa Marunda, Jakarta Utara tercemar debu batu bara.

Saat ini, Dinas DLH DKI tengah melakukan kordinasi dengan Kenterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menelusuri sumber pencemaran di wilayah tersebut.

Guna mendukung hal ini, DLH DKI telah melakukan pemasangan stasiun kualitas udara di Marunda pada pekan lalu.

"Saya juga sudah menugaskan tim saya sebgai tindak lanjut dari sanksi KCN untuk dapat melihat memantau pabrik-pabrik dan industri mana lagi yang masih mencemari dengan batu bara. Saat ini karena memang kita sedang melakukan evaluasi terhadap kondisi cuaca di Marunda, kondisi pencemaran di Marunda. Ini kami sedang menempatkan stasiun pemantauan kualitas udara di sana," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved