Pasang Tenda, Warga Gusuran Bertahan di Pinggir Jalan Berharap Huni Kampung Susun Bayam

Warga korban penggusuran JIS memasang tenda di pinggir jalan berharap segera huni Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara,Senin (21/11/2022)

Tayang:
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Warga korban penggusuran proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS) memasang tenda di depan gerbang Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Warga korban penggusuran proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS) memasang tenda di depan gerbang Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/11/2022).

Sekitar 100 di antara mereka bertahan di pinggir jalan hingga malam sembari berharap pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menepati janji supaya para warga bisa segera menempati hunian Kampung Susun Bayam.

Pantauan di lokasi, warga memasang dua tenda berwarna putih dan biru persis di depan gerbang besi Kampung Susun Bayam.

Selain beratapkan tenda, warga hanya bisa bertahan dengan beralaskan terpal.

Tak pelak, debu-debu jalanan berterbangan ke arah tenda seiring warga tetap duduk menanti kejelasan.

"Ya kami bertahan di sini, sampai malam. Kalau belum jelas juga bisa sampai besok," kata Asep Suwenda (54), Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam kepada TribunJakarta.com.

Baca juga: Warga Korban Gusuran JIS Demo Minta Segera Huni Kampung Susun Bayam, Jakpro: Tidak Semudah Itu

Asep mengatakan, bukan tidak mungkin warga bertahan hingga esok hari menanti kejelasan dari Jakpro soal kapan mereka menghuni setiap unit rusun.

Pasalnya, kata Asep, sebanyak 123 KK warga Kampung Bayam sebenarnya sudah mendapatkan unit hunian, namun mereka belum melakukan serah terima kunci hingga hari ini.

"Yang mengajukan 123 KK yang terdampak gusuran. 123 orang ini udah ada nomor unit, tapi belum dikasih masuk," kata Asep.

Jawaban Jakpro

Sebelumnya, warga menagih janji PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang yang sudah membangun Kampung Susun Bayam, namun belum memberikan kesempatan warga menghuni.

Sejak diresmikan 12 Oktober silam, hingga hari ini belum ada satupun dari 138 unit di Kampung Susun Bayam yang dihuni warga bekas Kampung Bayam.

Menanggapi aksi unjuk rasa hari ini, Community Development Specialist Jakpro Hifdzi Mujtahid mengatakan bahwa proses warga bisa menempati unit-unit hunian Kampung Susun Bayam tidak semudah yang dikira.

"Ini perlu dipahami, prosesnya tidak semudah bagaimana kita memasukan warga berdasarkan pada kemanusiaan semata," kata Hifdzi saat menerima warga di Kampung Susun Bayam, Senin (21/11/2022).

Puluhan warga korban penggusuran proyek Jakarta International Stadium (JIS) menggeruduk hunian Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/11/2022) pagi. Warga menagih kejelasan penempatan hunian rusun sewa yang relah diresmikan Gubernur Anies Baswedan itu kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang. 
Puluhan warga korban penggusuran proyek Jakarta International Stadium (JIS) menggeruduk hunian Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/11/2022) pagi. Warga menagih kejelasan penempatan hunian rusun sewa yang relah diresmikan Gubernur Anies Baswedan itu kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang.  (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)
Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved