Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakarta Timur Imbau Warga Waspadai DBD
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengimbau warga waspada terhadap penularan penyakit demam berdarah dengeu (DBD) selama musim hujan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengimbau warga waspada terhadap penularan penyakit demam berdarah dengeu (DBD) selama musim hujan.
Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan penularan perlu diwaspadai karena musim hujan jadi waktu berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang gigitannya memicu DBD.
"Harus menyiagakan ancaman DBD saat musim hujan dari berkembangbiaknya jentik nyamuk. Kebersihan lingkungan perlu lebih diperhatikan oleh masyarakat," kata Anwar, Kamis (24/11/2022).
Warga diimbau rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah dan lingkungan sekitar, khususnya pada tempat penampungan air yang jadi lokasi jentik nyamuk.
Pasalnya PSN merupakan langkah pencegahan dalam penanganan DBD, beda dengan fogging atau pengasapan yang dilakukan setelah muncul kasus warga terjangkit DBD.
Selain DBD Pemkot Jakarta Timur mengimbau warga tetap mewaspadai ancaman penularan Covid-19, termasuk varian baru XBB selama musim hujan melanda.
"Keduanya harus menjadi perhatian agar masyarakat terhindar penularan. Protokol kesehatan hingga vaksinasi lengkap terus menjadi kunci menanggulangi penularan," ujar Anwar.
Baca juga: Masuk Musim Hujan, Dinkes DKI Jakarta Pastikan Kasus DBD Masih Terkendali
Pencegahan DBD dan Covid-19 saat musim hujan ini sudah dibahas dalam Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) November 2022 di Ruang Serbaguna Blok C, Kantor Walikota hari ini.
Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan menuturkan perlu upaya kerja sama seluruh pihak dalam pencegahan penularan DBD, Covid-19, dan bencana saat musim hujan.

"Ini menjadi evaluasi kita bersama dalam bekerja. Baik segi kesehatan hingga pengendalian banjir dalam menghadapi musim penghujan," tutur Fredy.