Breaking News:

Cerita Kriminal

'Saya Khilaf' Ucap Ayah di Cirebon yang Rudapaksa Anaknya Sejak Usia 4 Tahun, Pelaku Ancam Korban

Ditinggal istri mengadu nasib ke luar negeri, SR malah nekat merudapaksa anak kandungnya sejak korban masih berusia 4 tahun.

Editor: Siti Nawiroh
Kolase Foto Tribun Jakarta
Sungguh tega apa yang dilakukan seorang ayah di Cirebon yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mainan. Ditinggal istri mengadu nasib ke luar negeri, SR malah nekat merudapaksa anak kandungnya sejak korban masih berusia 4 tahun. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sungguh tega apa yang dilakukan seorang ayah di Cirebon yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mainan.

Ditinggal istri mengadu nasib ke luar negeri, SR malah nekat merudapaksa anak kandungnya sejak korban masih berusia 4 tahun.

Pemerkosaan itu dilakukan SR berulang sampai 3 kali pada tahun 2016, 2019, dan 2020.

Layaknya seorang ayah, SR sehari-hari mengurusi korban dari mulai menyuapi makan, memandikan, memakaikan baju, dan lainnya.

Tak habis pikir karena hal tersebut, SR berdalih khilaf hingga nafsu melihat anak kandungnya.

"Mulai dari situ, saya khilaf, Pak," ujar SR saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/11/2022).

Namun, SR sempat berkelit saat Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, menanyakan berapa kali melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Ia pun tampak langsung terdiam dan mengakui perbuatan kejinya setelah Anton menyodorkan bukti-bukti dalam kasus tersebut.

"Sejak istri pergi bekerja ke luar negeri, saya tidak pernah berhubungan. Awalnya tidak berniat mencari pelampiasan ke anak, tapi akhirnya khilaf," kata SR.

Baca juga: Modus Kenalan di Medsos, Pemuda 22 Tahun di Depok Rudapaksa Bocah 12 Tahun hingga Tiga Kali

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, SR merudapaksa korban sebanyak tiga kali, yakni pada 2016, 2019, dan 2020.

Itu berarti SR mulai melakukan aksi bejatnya saat anaknya berumur 4 tahun, ketika masih di TK.

Menurut dia, tindakan bejat itu pun sempat tepergok anak sulungnya, tetapi anaknya itu tak berani menegur atau melarangnya karena merasa ketakutan.

Pasalnya, SR kerap mengancam korban untuk menuruti nafsu bejatnya sehingga korban yang ketakutan pun terpaksa menuruti ayah kandungnya.

"Aksinya tersangka terbongkar setelah istrinya pulang ke Tanah Air dan memergokinya, kemudian langsung melapor ke Polresta Cirebon," ujar Anton.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Alasan Penjual Mainan Biadab Asal Cirebon Merudapaksa Anak Kandungnya Sejak si Bocah Masih TK

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved