Gempa di Cianjur

Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Tak Putus, Dari Pesantren sampai Persatuan Karateka Ikut Terlibat

Musibah gempa Cianjur menjadi momentum untuk menjalin rasa persaudaraan dan gotong royong membantu para korban.

Editor: Elga H Putra
ISTIMEWA
Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Azhar, Yayasan Baitulah Islah Sentul, Bogor dan INKAI DKI Jakarta turut terlibat untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa Cianjur. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Musibah gempa Cianjur menjadi momentum untuk menjalin rasa persaudaraan dan gotong royong membantu para korban.

Hingga sepekan berlalu pasca bencana melanda, bantuan kepada para korban gempa Cianjur tak pernah putus.

Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Azhar, Yayasan Baitulah Islah Sentul, Bogor turut terlibat untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa Cianjur.

Saat memberikan bantuan pada Minggu (27/11/2022), Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Azhar, Yayasan Baitulah Islah Sentul, Bogor, Mayjen TNI Herianto Syahputra menekankan bahwa sejatinya air mata penderitaan tetap sama bagi siapa saja yang tertimpa musibah tanpa memandang latar belakangnya baik suku, agama ataupun ras.

"Dan gotong royong yang merupakan nilai luhur warisan para nenek moyang diyakini sangat ampuh dalam meringankan dan sekaligus mengurangi beban penderitaan.

Baca juga: Seminggu Pasca Bencana, Ini Update Korban Gempa Cianjur dan Jumlah Gempa Susulan

Dalam konteks ini baik yang ditolong ataupun yang menolong sama-sama berkewajiban memelihara semangat nilai luhur itu," kata dia.

Menurutnya, persaudaraan sejati hanya bisa dilihat dari situasi dan kondisi saat seseorang atau masyarakat sedang dalam keadaan kurang beruntung atau menderita.

"Oleh karena itu, diharapkan persaudaraan sejati terwujud dalam bencana alam Cianjur, Jabar ini," tutur Mayjen TNI Herianto Syahputra yang juga ketua Institut Karatedo Indonesia (INKAI) DKI Jakarta.

Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Azh
Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Azhar, Yayasan Baitulah Islah Sentul, Bogor dan INKAI DKI Jakarta turut terlibat untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa Cianjur.

Bagi Herianto dan timnya, baik Yayasan Baitulah Islah dan INKAI DKI, bantuan yang diberikan merupakan salah satu bentuk peduli kasih bagi sesama.

Dia menyebut masih diperlukan uluran banyak pihak untuk meringankan penderitaan para korban yang saat ini Sebagian mengungsi.

Berdasarkan data terbaru pada hari ini atau sepekan sejak hari pertama gempa bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, korban tewas mencapai 323 jiwa.

Sedangkan untuk korban hilang saat ini ada sembilan orang.

“BNPB tidak bisa berjalan sendiri.

Kita semua harus membantu agar penderitaan masyarakat Cianjur dan sekitarnya terutama yang terkena dampak gempa bisa cepat teratasi dan dimulainya masa pemulihan,” ujar Herianto Syahputra yang sehari-hari menjabat sebagai Korsahli Panglima TNI.

Selain memberikan kebutuhan pokok sembako, alat tidur, selimut dan obat-obatan sebanyak 5 (lima) buah truk, Yayasan Baitulah Ishal juga meyiagakan tenaga sukarela.

Diharapkan tenaga sukarela ini dapat membantu tim sukarelawan dari komunitas lain yang sudah ada di Cianjur.

Baca artikel lainnya dari TribunJakarta.com dari Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved