Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Ferdy Sambo Bersaksi Suruh Hajar Bukan Tembak Brigadir J, Bharada E Geleng-geleng Kepala Dengarnya
Bharada E tertangkap menggelengkan kepalanya ketika Ferdy Sambo menyampaikan keterangannya di detik-detik Brigadir J tewas.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Bharada E mengaku terpaksa menembak Brigadir J karena perintah Ferdy Sambo.
Bharada E mengatakan peristiwa itu terasa sangat cepat.
Saat itu Yosua digiring oleh Bripka RR alias Ricky Rizal dan Kuat Maruf masuk ke dalam lokasi penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.
"Bang Yos masuk, Om Kuat sama Bang Ricky di belakang Bang Yos," ujar Bharada E.
Saat ketiganya masuk, Ferdy Sambo langsung menoleh ke arah Yosua.
"Sini kamu! Berlutut kamu berlutut!" perintah Ferdy Sambo Sambo kepada Yosua.
Bharada E mengatakan saat itu Ferdy Sambo memegang leher Yosua.
Tak lama kemudian, Bharada E diperintah Sambo untuk menembak Yosua.
"Saya mengeluarkan senjata. Saya langsung. Saya tembak Yang Mulia," ujar Bharada E.
Kemudian Hakim bertanya terkait jarak tembakan Bharada E ke Yosua.
Saat itu, suara Bharada E mulai bergetar. "Sekitar dua meter Yang Mulia," katanya.
Bharada E kemudian terlihat menelan ludah dan memeragakan cara dia menembak Yosua dengan mata tertutup.
"Saya sempat tutup mata saat tembakan pertama itu," ujarnya.
Baca juga: Hari Ini Bersaksi di PN Jaksel, Ferdy Sambo Bakal Tanya Bharada E Soal Wanita Menangis di Rumahnya
Ferdy Sambo kaget ditelpon istrinya, Putri Candrawathi sambil menangis
Putri Candrawathi menghubungi Ferdy Sambo saat masih berada di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (7/7/2022) malam atau sehari sebelum peristiwa penembakan Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Tatapan-tajam-Bharada-E-kepada-Ferdy-Sambo.jpg)