Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Hari Ini, Ferdy Sambo Jadi Saksi untuk Kuat Maruf di Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir J

Eks Kadiv Propam Ferdy Sambo bakal menjadi saksi untuk terdakwa Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).

Kolase TribunJakarta.com/Kompas.com (Kristianto Purnomo)
Eks Kadiv Propam Ferdy Sambo bakal menjadi saksi untuk terdakwa Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa Kuat Maruf, Rabu (7/12/2022).

Sidang hari ini beragendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dua saksi yang dijadwalkan hadir di persidangan yaitu Ferdy Sambo dan Brigjen Benny Ali.

Dalam perkara pembunuhan berencana ini, Ferdy Sambo juga berstatus sebagai terdakwa.

Sedangkan Brigjen Benny Ali merupakan mantan Karo Provost Divisi Propam Polri yang disanksi demosi satu tahun karena dinilai tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Baca juga: Hari Ini Bersaksi di PN Jaksel, Ferdy Sambo Bakal Tanya Bharada E Soal Wanita Menangis di Rumahnya

JPU tadinya berencana menghadirkan Putri Candrawathi lebih dulu sebagai saksi pada sidang hari ini.

Hanya saja, kuasa hukum Putri Candrawathi, Arman Hanis, meminta sidang digelar secara tertutup dengan alasan menyangkut kekerasan seksual.

"Pada tanggal 27 Oktober 2022 kami mengajukan permohonan kepada yang mulia Majelis Hakim dan kami tindak lanjuti tanggal 6 Desember terkait permohonan agar pemeriksaan Ibu Putri sebagai saksi maupun terdakwa dapat dilakukan secara tertutup yang mulia karena menyangkut tindakan kekerasan seksual," kata Arman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

Terdakwa Kuat Maruf menjalani sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022).
Terdakwa Kuat Maruf menjalani sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022). (Kompas TV)

Namun, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso menolak permintaan kuasa hukum Putri Candrawathi.

Hakim Wahyu menilai perkara yang disidangkan adalah pembunuhan berencana, bukan kekerasan seksual.

"Mengenai tertutup kami tidak bisa mengabulkan karena terdakwa didakwa oleh JPU dengan tindak pidana pembunuhan berencana dan bukan asusila," ujar Hakim.

"Bahwa dalam tindak pidana tersebut ada asusila itu merupakan kebetulan dan kita mungkin meminta teman-teman pers maupun pengunjung akan lebih selektif," tambahnya.

Arman kemudian mencoba menjelaskan dasar hukum yang mengatur bahwa sidang boleh digelar tertutup jika menyangkut kekerasan seksual.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved