Pilpres 2024

Safari Politik Anies Baswedan ke Daerah Bikin Gerah Kompetitor

Tingginya antusiasme warga di daerah yang menyambut Anies Baswedan ini pun bikin kompetitornya ketar-ketir.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Acos Abdul Qodir
Serambinews.com
Bakal calon presiden usungan Partai NasDem Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan masyarakat Aceh di Lapangan Sepakbola Pango Raya, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM - Safari politik yang belakangan getol dilakukan capres 2024 pilihan Partai NasDem, Anies Baswedan dinilai bikin gerah kompetitornya.

Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut sangat meriah di setiap kota yang didatangi, mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut, warga yang antusias menyambut Anies itu terlihat dari berbagai lapisan masyarakat, baik tua maupun muda.

“Mereka tampak berbaur menyambut kedatangan Anies ke daerahnya. Warga yang menyambut Anies tampak memang menginginkan perubahan. Hal itu mereka persepsikan ada pada sosok Anies,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/12/2022).

“Anies dinilai simbol perubahan. Karena itu, mereka dengan sepenuh hati menyongsong kedatangan Anies demi adanya perubahan ke depan di Indonesia,” sambungnya.

Baca juga: Deklarasi Koalisi Pengusung Anies Tak Jelas, Pengamat: NasDem Tamak, Demokrat PKS Sulit Cawapres

Tingginya antusiasme warga di daerah yang menyambut Anies Baswedan ini pun bikin kompetitornya ketar-ketir.

Sebab, Anies kini punya kesempatan berdialog dan berdiskusi langsung dengan masyarakat di setiap daerah yang dikunjunginya.

“Semakin banyak Anies dapat berdialog langsung dengan warga, maka akan semakin banyak yang percaya kepada Anies. Hal itu tentunya sangat dikhawtirkan calon kompetitornya,” ujarnya.

Upaya-upaya untuk menghalangi Anies bersafari politik keliling Indonesia mulai muncul.

Di beberapa daerah pun muncul gerakan penolakan terhadap kedatangan Anies Baswedan, seperti yang terjadi di Aceh dan Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Pengamat dari Universitas Esa Unggul ini menduga, gerakan tersebut dikondisikan oleh pihak-pihak yang selama ini jadi kompetitor Anies Baswedan.

“Mereka khawatir stigma intoleran yang mereka alamatkan ke Anies akan tergerus bila Anies bebas melakukan safari politik,” tuturnya.

Baca juga: Rumor Bandar Danai Pasangan Capres-Cawapres, Waketum Partai Garuda Sebut Bukan Perbuatan Haram

Ia pun menyebut, stigma intoleran selama ini jadi peluru bagi kompetitor Anies untuk menyerang eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

“Stigma-stigma semacam itu akan mudah dinetralisir Anies bila ia berkesempatan berdialog dengan warga. Hal itu tentu tidak dikehendaki para kompetitor dan pembenci Anies,” kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved