Tegaskan Kedaulatan NKRI di Perbatasan, BNPP Luncurkan Prangko Seri Pos Lintas Batas Negara

Tiga PLBN yang dipilih sebagai desain prangko ialah pilot project yang merujuk kepada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI meluncurkan tiga prangko seri Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (22/12/20222). 

Pengabadian potret tiga PLBN dalam prangko bukan hanya sebagai alat bukti pembayaran pengiriman jasa-jasa pos, tetapi dapat digunakan sebagai salah satu cara menunjukkan kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

Pasalnya, setiap terbit suatu prangko maka akan mendapat pengakuan lebih dari 200 negara anggota Universal Postal Union (UPU).

"UPU merupakan sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1874. Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengiriman barang dan prangko, yang bermarkas di Bern, Swiss," tambahnya.

Baca juga: Museum Prangko Indonesia di TMII Miliki Ribuan Koleksi Prangko: Kini Jarang Dikunjungi

Restuardy menilai pengabadian potret tiga PLBN ini menjadi langkah konkret negara menjaga kedaulatan di perbatasan negara.

Ia berharap potret PLBN lainnya juga dapat terabadikan dalam prangko.

"BNPP selaku pengelola PLBN tentunya merasa sangat bangga dengan diluncurkannya prangko seri tiga PLBN yaitu Aruk, Motaain, dan Skouw. Kami berharap PLBN-PLBN lainnya nanti juga dapat diabadikan potretnya dalam prangko," pungkasnya.

Untuk diketahui, BNPP saat ini telah mengelola delapan PLBN yaitu Aruk, Entikong, dan Badau di Provinsi Kalimantan Barat; Motaain, Motamasin, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur; serta Skouw dan Sota di Provinsi Papua.

Baca artikel, menarik lainnya dari TribunJakarta di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved