Awas Bahaya Nitrogen Cair Pada Chiki Ngebul, Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Serius

Kementerian Kesehatan mengimbau semua pihak agar lebih waspada terhadap bahaya konsumsi jajanan chiki ngebul yang banyak dijual. Ini efek bahayanya

Tayang:
dragonbreath
Ilustras bahaya chiki ngebul alias cikbul atau ice smoke dari nitrogen cair, camilan yang tren di kalangan anak-anak 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak agar lebih waspada terhadap bahaya konsumsi jajanan chiki ngebul yang banyak dijual.

Chiki ngebul atau dikenal dengan ice smoke merupakan camilan yang umumnya berbentuk warna-warni. Keunikan dari camilan ini, ialah efek saat dimasukkan ke dalam mulut.

Chiki akan mengeluarkan efek asap putih ketika masuk ke dalam mulut. Hal ini, karena adanya penggunaan nitrogen cair pada jajanan tersebut.

Adapun, penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada makanan siap saji yang berlebihan dan dikonsumsi jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

"Nitrogen cair ternyata tidak hanya berbahaya bila dikonsumsi, uap asap nitrogen yang dihirup dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah,'' kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu, dikutip TribunJakarta.com dari laman Kemenkes, Kamis (12/1/2023).

Baca juga: Pemerintah Kabupaten dan Kota Tangerang Sepakat Waspadai Bahaya Makanan Chiki Ngebul

Untuk mengimbau semua pihak agar waspada terhadap bahaya penggunaan nitrogen cair, Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 6 Januari 2023.

Dalam SE tersebut, dijelaskan bahwa penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada makanan pangan siap saji yang berlebihan dan dikonsumsi jangka panjang berbahaya bagi kesehatan.

Diantaranya bisa menyebabkan radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa seperti terbakar, bahkan dapat terjadi kerusakan pada internal organ.

Hal ini disebabkan oleh suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu yang panjang.

Selain itu, menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah.

Untuk mencegah kasus membahayakan, pihaknya telah menginstruksikan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cair.

Pembinaan dan pengawasan tersebut, meliputi pemberian edukasi kepada masyarakat, sekolah dan anak-anak akan bahaya konsumsi ciki ngebul.

Sementara bagi restoran yang menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji, diharuskan untuk memberikan informasi cara konsumsi yang aman kepada konsumen.

''Memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan pihak-pihak terkait terhadap bahaya nitrogen cair terhadap pangan siap saji. Selain itu, edukasi juga harus diberikan kepada sekolah-sekolah, anak-anak dan masyarakat terhadap bahaya nitrogen cair pada pangan siap saji,'' ujar Maxi.

Sebahai informasi, bahwa sebelumnya dilaporkan puluhan anak SD di beberapa daerah mengalami keracunan usai menyantap ciki ngebul warna warni.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved