Cerita Kriminal

Niat Menikahi Janda Muda, Pria di Ciracas Dikeroyok Hingga Kritis Gara-gara Eks Suaminya Tak Terima

Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan dilakukan tujuh pemuda di Jalan Suci, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Tribunnews
Ilustrasi pengeroyokan dan penganiyaan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan dilakukan tujuh pemuda di Jalan Suci, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Akibat pengeroyokan yang terjadi pada Selasa (17/1/2023) malam tersebut, korban Rully Akbar (24) mengalami luka berat hingga tempurung kepalanya retak dan harus menjalani operasi.

Rully mengatakan pengeroyokan dialami bermula ketika dia hendak menemui mantan suami dari calon istrinya di Jalan Suci, Kelurahan Susukan pada Selasa sekira pukul 20.30 WIB.

"Tiba-tiba motor saya ditabrak (motor) dari belakang sama yang bersangkutan (mantan suami dari calon istri Rully). Lalu ditabrak lagi sampai motor saya nabrak tiang," kata Rully, Kamis (26/1/2023).

Setelah korban terjatuh, para pelaku melakukan pengeroyokan secara membabi buta menggunakan helm dan benda tumpul sehingga Rully mengalami luka berat di kepala.

Baca juga: Buntut Pengeroyokan Gara-gara Open BO, Apartemen Mutiara Bekasi Dirazia Petugas

Motifnya diduga karena mantan suami dari calon istri Rully tidak setuju dengan niat korban menikah, sehingga mengajak adik serta teman-temannya melakukan pengeroyokan.

"Sekitar enam sampai tujuh orang, yang turun dari motor sekitar empat orang. Mereka mukul saya pakai tangan kosong, helm, benda tumpul juga. Kalau calon istri saya enggak dianiaya," ujarnya.

Rully menuturkan akibat luka berat di bagian tempurung kepala dialami dia harus dirawat inap dan menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca juga: Cek TKP Pengeroyokan di Pesanggrahan, Polisi Gali Informasi dari Perekam Video

Sejak tanggal 17 hingga 25 Januari 2023 Rully dirawat inap di RS Polri Kramat Jati, namun kondisinya hingga kini belum sepenuhnya pulih dan masih harus menjalani operasi kedua.

"Operasi tempurung kepala. Karena tempurung kepala hancur, hasil rontgen kepala saya mau kebelah, retak dari belakang sampai ke belakang. Sudah berantakan kepala saya," tuturnya.

Atas pengeroyokan dialami sejak tanggal 18 Januari 2023 lalu pihak keluarga Rully sudah melaporkan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Ciracas.

Bukti rekaman CCTV dan identitas pelaku pengeroyokan sudah disampaikan ke jajaran Unit Reskrim Polsek Ciracas, namun hingga kini Rully belum mendapat informasi para pelaku diringkus.

"Padahal semua bukti ada, CCTV sudah diserahkan tapi belum ditindaklanjuti. Katanya nunggu BAP (berita acara pemeriksaan). Kemarin polisi datang ke RS, tapi belum ditindaklanjuti," lanjut Rully.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved