Tangyuan, Makanan Wajib Saat Cap Go Meh Ini Ternyata Punya Makna Mendalam

Tangyuan, makanan wajib saat Cap Go Meh ini ternyata punya makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Berikut selengkapnya

flickr
Ilustrasi Tangyuan 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Setelah melewati Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa selanjutnya akan merayakan tradisi Cap Go Meh.

Cap Go Meh merupakan akhir dari rangkaian Tahun Baru Imlek yang digelar pada hari ke-15.

Dalam konteks internasional, Cap Go Meh disebut juga dengan Lantern Festival atau Festival Lentera (Lampion).

Sedangkan di wilayah Tiongkok, perayaan tersebut dikenal sebagai festival Yuan Xiao Jie.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Cap Go Meh, Perayaan Akhir di Tahun Baru Imlek

Ada banyak tradisi serta kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Tionghoa saat merayakan Cap Go Meh.

Salah satunya, ialah berkumpul bersama keluarga sambil menikmati Tangyuan.

Tangyuan, merupakan makanan tradisional Tiongkok yang kerap dihadirkan saat Cap Go Meh.

Mengutip laman China Highlights, Tangyuan tidak hanya sekedar memiliki rasa yang manis dan enak.

Namun, Tangyuan juga kaya akan makna bagi masyarakat Tionghoa.

Tangyuan (汤圆 tāngyuán /tung-ywen/), merupakan makanan yang mirip dengan wedang ronde yakni berupa sup dengan isian bola-bola dari bahan utama tepung beras dan tepung ketan.

Di China Utara, hidangan ini juga disebut dengan Yuanxiao. Bola-bola tepung beras dan tepung ketan tersebut, diisi dengan isian berupa gula merah, biji wijen, kacang tanah, kenari, atau pasta kacang.

Berbeda dengan wedang ronde, Tangyuan memiliki rasa yang manis..

Hidangan ini, merupakan makanan wajib yang dikonsumsi saat Cap Go Meh karena dipercaya membawa makna keberuntungan.

Makna tersebut, tersirat dari berbagai aspek seperti bentuk, rasa, hingga namanya.

Menurut masyarakat Tionghoa, bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan kelengkapan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved