Cerita Kriminal

Kapolres Jaksel Sebut Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Cegah Anak Ikut Tawuran

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci untuk mencegah anak tawuran.

net google
Ilustrasi bentrokan ormas 

Menurut Fadil, warga Manggarai kesal dengan sebutan Kampung Tawuran. Sebab, pelaku tawuran di Manggarai seringkali bukan warga setempat.

"Saya kemarin ketemu beberapa RW di Manggarai. Sudah kesal hatinya, kata anak Betawi, 'udah ampek dah', karena dicap sebagai kampung tawuran," kata Fadil kepada wartawan, Kamis (5/5/2023).

Fadil menuturkan, cap kampung tawuran di wilayah Manggarai masih melekat hingga saat ini.

"Padahal itu zaman 1970-1980-an, tapi sekarang tetap melekat. Bapak tinggal mana Jakarta? Tinggal di kampung yang suka tawuran pak. Sebut nama kampungnya misal apa, oh iya yang suka tawuran itu ya, kan nyesek," ujar Kapolda.

Ia menjelaskan, sejumlah upaya telah ditempuh agar Manggarai tidak lagi mendapatkan stigma negatif.

"Saya kemarin ketemu beliau-beliau di Manggarai. Saya berusaha bagaimana stigma itu, kadang stigma label itu jelek, karena kalau kita dilabel tawuran, kalau gak tawuran gak asik gitu," ucap Fadil.

"Makanya jangan suka melabel anak-anak kita, hati-hati. Karena secara tidak sadar dengan melabel dia, perilakunya akan sesuai," imbuhnya.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved