Kenang Simon Tahamata, Robert Alberts Sebut Pesepakbola Indonesia Tak Kalah dari Pemain Dunia
Eks pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan pesepakbola Indonesia setara dengan pemain-pemain dari berbagai belahan dunia.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Simon waktu itu berhasil menjadi pemain utama skuad Ajax, dia juga bisa masuk ke timnas Belanda," ucapnya.
Menurut Robert, Simon tidak memiliki fisik yang tinggi seperti pemain-pemain Eropa pada umumnya.
Baca juga: 50 Tahun Karier Sepak Bola, Eks Pelatih Persib Robert Alberts Luncurkan Buku Coach It Right
Tubuhnya pun, kata Robert, cenderung kecil.
Namun, Simon punya kualitas sebagai sayap kiri Ajax Amsterdam yang membuatnya menjadi legenda klub ibu kota Belanda itu.
"Simon orangnya nggak tinggi, dia kecil, tapi dia nggak bertarung di segi fisik, dia bertarung dengan kualitasnya sendiri," ucap Robert.
"Dan ya itu tadi, dia bisa sampai menjadi pemain di Ajax, salah satu klub sepak bola terbesar di dunia," jelasnya.
Indonesia Harus Punya Fasilitas Sepak Bola yang Baik Bagi Anak Muda
Di kesempatan yang sama, Robert mengatakan Indonesia harus punya fasilitas yang mumpuni untuk pengembangan bakat anak muda di bidang sepak bola.
Pria asal Belanda itu menilai fasilitas pelatihan khusus untuk anak-anak muda penting seiring dengan manajemen sepak bola yang baik di Indonesia.
"Yang kita perlukan di negara ini fasilitas sepak bola yang sangat baik," kata Robert.
Robert berpandangan, keberadaan fasilitas yang tertata bisa menjadi kunci sepak bola Indonesia jauh lebih baik ke depannya.
Jika fasilitas dibangun dan diisi orang-orang profesional dalam dunia sepak bola, potensi anak-anak muda Indonesia bisa terus digali hingga merambah ke dunia internasional.
"Kalo kita mulai membangun fasilitas yang mumpuni untuk anak-anak muda, dengan orang-orang profesional di dalamnya, ke depan pemain sepak bola kita bakal punya banyak sekali kesempatan go international," kata Robert.
Selain itu, Robert juga menyoroti manajemen sepak bola Indonesia.
Baginya, manajemen sepak bola nasional bisa berjalan dengan baik apabila tidak dibumbui politik.
"Indonesia harus memperbaiki manajemen sepak bola nasionalnya," kata Robert.
"Kita harus menjalankan manajemen sepak bola secara profesional, tidak dibumbui politik," tutup dia.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.