Rombak Transportasi Jakarta Berlanjut, Kali Ini Heru Budi Copot Dirut PT JakLingko dan Gerbongnya

Selain Muhammad Kamaluddin, terdapat sederet jajaran PT JakLingko yang juga dicopot dari jabatannya oleh mantan Wali Kota Jakarta Utara itu. 

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Acos Abdul Qodir
Kolase TribunJakarta.com/Tribunnews
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kiri) terus melakukan perombakan pimpinan direksi hingga komisaris BUMD bidang transportasi, terkini dia mencopot Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin (kanan) dan beberapa pejabat Jaklingko lainnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terus melakukan perombakan pimpinan direksi hingga komisaris BUMD bidang transportasi, terkini dia mencopot jajaran direksi PT JakLingko Indonesia.

Setidaknya ada lima orang di PT JakLingko yang dicopot oleh Heru Budi Hartono pada Senin (6/3/2023) kemarin.

Corporate Secretary and Legal Division Head PT JakLingko Indonesia Kevin Haikal berujar, perombakan dilakukan berdasar pada keputusan para pemegang saham (KPPS) di luar rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Senin kemarin.

Berdasar hasil KPPS, Muhammad Kamaluddin dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT JakLingko Indonesia.

"Memberhentikan dengan hormat Saudara Muhamad Kamaluddin sebagai direktur utama (PT JakLingko Indonesia)," ucap Kevin melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (7/3/2023).

Baca juga: Lagi, Heru Budi Copot Orangnya Anies Baswedan, Kini Dirut Transjakarta Yana Aditya Ditendang

Selain Muhammad Kamaluddin, terdapat sederet jajaran PT JakLingko yang juga dicopot dari jabatannya oleh mantan Wali Kota Jakarta Utara itu. 

Para jajaran tersebut adalah Suryawan Putra Hia selaku komisaris utama, Widi Amanasto selaku komisaris, Mohammad Hanief Arie Setianto selaku direktur keuangan, serta Endro Rahardjo selaku direktur teknik.

Kemudian, berdasarkan KPPS, terdapat dua orang baru yang mengisi jajaran PT JakLingko Indonesia, yakni Mega Indahwati Natangsa Tarigan yang diangkat menjadi direktur utama dan Fajar Dharmawan yang diangkat menjadi direktur.

Terkait pencopotan jajaran direksi PT JakLingko ini, setidaknya sudah ada beberapa pimpinan di BUMD DKI yang dicopot Heru Budi semenjak ia menjabat sebagai Pj Gubernur pada 17 Oktober 2022.

Baca juga: Singgung Jokowi, NasDem Bela Anies Baswedan Diserang soal IMB Kampung Tanah Merah

Berikut ini adalah daftar pimpinan yang dicopot oleh Heru Budi Hartono:

Dirut MRT Jakarta

Mohamad Aprindy sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai direktur utama (Dirut) PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta (Perseroda).

Heru mencopot Aprindy dalam keputusan para pemegang saham di luar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Selasa (25/10/2022).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Fitria Rahadiani mengatakan, pencopotan ini dilakukan dalam rangka penyegaran perusahaan.

"Pembangunan PT MRT Jakarta merupakan hal yang strategis. Oleh karena itu, penyegaran dalam jajaran pengurus PT MRT Jakarta menjadi hal yang penting," kata Fitria dalam keterangan tertulis, Rabu (26/10/2022).

Heru Budi Hartono dalam sebulan menjabat Pejabat Gubernur DKI Jakarta sudah mencopot satu per satu direksi atau komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang diangkat semasa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Ketiganya yakni Mohamad Aprindy, Tatak Ujiyati dan Sudirman Said. 
Heru Budi Hartono dalam sebulan menjabat Pejabat Gubernur DKI Jakarta sudah mencopot satu per satu direksi atau komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang diangkat semasa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Ketiganya yakni Mohamad Aprindy, Tatak Ujiyati dan Sudirman Said.  (Kolase TribunJakarta.com/Ist)

Sebagai gantinya, Tuhiyat diangkat menjadi Dirut PT MRT yang baru.

Adapun Tuhiyat sebelumnya menjabat dirut PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Direktur Utama dan Direktur Bisnis Jakpro

Widi Amanasto dan Gunung Kartiko diberhentikan dari jabatan sebagai Direktur Utama dan Direktur Bisnis PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Fitria mengatakan, pemberhentian Widi dan Kartiko diputuskan melalui RUPS Sirkuler atau keputusan para pemegang saham di luar RUPS.

"Hal ini sudah sesuai dengan Pasal 91 Undang-Undang 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berbunyi, 'pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang mengikat di luar RUPS dengan syarat semua pemegang saham dengan hak suara menyetujui secara tertulis dengan menandatangani usul yang bersangkutan'," kata Fitria dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Selain Widi dan Kartiko, para pemegang saham, kata Fitria, menyetujui untuk memberhentikan dengan hormat tiga direksi JakPro lainnya.

Dirut TransJakarta

Heru Budi sebelumnya juga mencopot  "orangnya" mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yakni Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Mochammad Yana Aditya.

Baca juga: Konser Dewa 19 di JIS Tinggalkan Sederet Keluhan, Gembong PDIP: Katanya Stadion Kelas Internasional

Plt Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Fitria Rahadiani mengatakan, pencopotan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kinerja Transjakarta.

"Sehingga diharapkan PT Transjakarta dapat berperan maksimal dalam memberikan pelayanan transportasi umum kepada masyarakat," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/1/2023).

Terlebih, Transjakarta selama ini menjadi salah satu sarana transportasi umum utama di ibu kota.

Oleh sebab itu, Fitria bilang, Pemprov DKI harus meningkatkan pelayanan transportasi umum di ibu kota.

"Pengganti Dirut PT Transjakarta merupakan bagian dari upaya dan strategi yang dilakukan para pemegang saham untuk melakukan penyegaran dalam jajaran pengurus Transjakarta," ujarnya.

Ia pun memastikan, pergantian Dirut Transjakarta ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai informasi, Yana Aditya sudah menjabat sebagai Dirut Transjakarta sejak era Gubernur Anies Baswedan.

Saat itu, Anies menunjuk Yana sebagai Dirut Transjakarta pada November 2021 untuk menggantikan Sardjono Jhony yang meninggal dunia karena sakit.

Keputusan Anies ini sempat menimbulkan kontroversi lantaran Yana dinilai tak punya latar belakang di bidang transportasi.

Di era kepemimpinan Yana Aditya, Transjakarta tak lepas dari sorotan setelah serangkaian insiden kecelakaan yang terjadi terhadap armada bus. 

Komisaris LRT Jakarta

Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Tatak Ujiyati saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. Terkini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mencopot Tatak Ujiyati dari jabatan Komisaris LRT Jakarta.
Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Tatak Ujiyati saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. Terkini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mencopot Tatak Ujiyati dari jabatan Komisaris LRT Jakarta. (Instagram @tatak_ujiyati)

Setelah pejabat MRT dan TransJakarta, Heru Budi juga sudah mencpot Tatak Ujiyati dari jabatan Komisaris LRT Jakarta.

Sama seperti Mohamad Aprindy, Tatak Ujiyati juga diangkat sebagai Komisaris LRT Jakarta pada era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Tak hanya itu, Tatak juga merupakan anggota dari Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) era Gubernur Anies Baswedan.

Perihal pencopotan Tatak Ujiyanti dari Komisaris LRT Jakarta ini diungkapkan sendiri oleh tangan kanan Anies Baswedan ini.

"Purna tugas. Alhamdulillah telah menyelesaikan tugas sbg Komisaris di PT LRTJ. Membantu menjalankan perusahaan sesuai tujuan & mematuhi GCG," tulisnya di akun twitter pribadinya (@tatakujiyati) dikutip Rabu (16/11/2022).

Saat dikonfirmasi, Tatak menyebut pencopotan dirinya ini berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku perusahaan induk dari LRT Jakarta.

"Saya dapat salinan KPPS dari PT Jakpro yang ditandatangani kemarin (14 November 2022)," ucapnya.

Walau demikian, Tatak enggan menjelaskan lebih jauh terkait alasan pencopotan dirinya itu.

"Untuk alasan (pencopotan) sila ditanyakan langsung ke PT Jakpro, saya hanya menerima saja," ujarnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi dan Lagi, Heru Budi Rombak BUMD DKI: Setelah Transjakarta, Kini PT JakLingko"

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved