Anak Pejabat Pajak Aniaya Pemuda

Pakar Jelaskan Arogansi Mario Dandy Usai Aniaya David: Sudah Terjatuh Masih Lakukan Selebrasi

Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra mengatakan perbuatan Mario Dandy Satriyo (20) terhadap Cristalino David Ozora (17) merupakan penganiayaan luar biasa

|
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Mario Dandy Satrio (20), anak mantan pejabat pajak penganiaya Cristalino David Ozora (17) saat rekonstruksi di Perumahan Green Permata Residance, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra mengatakan perbuatan Mario Dandy Satriyo (20) terhadap Cristalino David Ozora (17) merupakan penganiayaan luar biasa.

Saat kejadian penganiayaan tersebut Mario Dandy tak khilaf.

Raut wajah penyesalan itu pun juga tak terlihat ketika Mario menjalani rekonstruksi kasus tersebut. 

"Perbedaan dan keluarbiasaan itu sebenarnya pada hal simple. Di mana orang sudah jatuh di bawah, orang yang sudah emosional dia akan tarik nafas kemudian tersedak dan akan menyadari apa yang sudah saya lakukan," kata Kirdi Putra dalam tayangan KompasTV pada Minggu (12/3/2023).

Namun, tidak demikian dengan Mario Dandy.

Selesai menganiaya sadis David, Mario Dandy malah menunjukkan kesombongannya dengan melakukan selebrasi.

Baca juga: Ogah Dikaitkan dengan Kasus Penganiayaan David, APA Tegaskan Tak Tahu Rencana Jahat Mario Dandy

Bahkan, saat melakukan selebrasi dalam rekonstruksi kemarin, Kirdi Putra membaca bahwa masih terlihat adanya arogansi pada diri Mario Dandy.

"Sementara arogansi melakukan selebrasi itu yang terjadi dan dilakukan juga dalam rekonstruksi itu," pungkas Kirdi.

Egosentris

Tersangka penganiayaan sadis Cristalino David Ozora (17), Mario Dandy Satriyo (20) tak menunjukkan rasa sesal saat menjalani rekonstruksi perkara tersebut.

Hal itu diungkap oleh pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra dalam tayangan Kompas TV pada Minggu (12/3/2023).

Kirdi menilai ketimbang Shane Lukas, Mario Dandy tak menunjukkan rasa penyesalan saat Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP) di Komplek Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2023).

Adegan tersangka Mario Dandy Satriyo (baju oranye kiri) menyuruh korban David untuk push up yang benar dengan posisi tangan mengepal dalam. Tersangka Shane Lukas (baju oranye kanan) memperlihatkan dengan seksama. Rekonstruksi berlangsung di Kompleks Green Permata, Ulujami, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2023).
Adegan tersangka Mario Dandy Satriyo (baju oranye kiri) menyuruh korban David untuk push up yang benar dengan posisi tangan mengepal dalam. Tersangka Shane Lukas (baju oranye kanan) memperlihatkan dengan seksama. Rekonstruksi berlangsung di Kompleks Green Permata, Ulujami, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2023). (Tribunnews.com/Jeprima)


.
Dalam rekonstruksi, Mario Dandy terlihat menunduk tak sedalam dibanding rekannya Shane Lukas.

"Itu artinya apa yang dirasakannya itu, dia hanya menghindari paparan visual yang berhubungan dengan dirinya bukan karena penyesalan," kata Kirdi.

Baca juga: Raut Wajah Mario Dandy Tak Menyesal Saat Rekonstruksi Penganiayaan Sadis David, Ini Penjelasan Pakar

Hal itu terlihat ketika Kirdi mengamati posisi Mario Dandy yang sedang duduk di tepi selokan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved