Pemkot Jakarta Timur Imbau Warga Waspada Bahan Pangan Harga Murah Kualitas Buruk
Pemkot Jakarta Timur mengimbau warga tidak membeli bahan pokok dengan harga lebih murah jauh di atas rata-rata pasaran menjelang bulan Ramadan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pemkot Jakarta Timur mengimbau warga tidak membeli bahan pokok dengan harga lebih murah jauh di atas rata-rata pasaran menjelang bulan Ramadan 1444 Hijriah.
Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, mengimbau warga tidak tergiur dengan bahan pokok dijual dengan harga murah oleh pihak yang tidak terjamin karena dapat mengandung zat berbahaya atau berkualitas buruk.
“Jangan tergiur dengan harga murah. Apabila bahan pangan tersebut tidak berkualitas dan memiliki bahan zat berbahaya bisa merugikan keluarga dan diri,” kata Anwar, Jumat (17/3/2023).
Untuk mencegah beredarnya bahan pokok berbahaya menjelang bulan Ramadan 1444 Hijriah, Pemkot Jakarta Timur pun melakukan pengawasan terhadap kualitas pangan di pasar-pasar.
Pengawasan dilakukan dengan pengambilan sampel pangan pertanian dan peternakan lalu dilakukan uji laboratorium untuk memastikan tidak terdapat zat berbahaya.
“Kegiatan ini memastikan bahan pangan yang dibeli masyarakat higienis dan aman dari bahan zat berbahaya. Selain itu, juga mengecek stok pangan di pasar tercukupi selama bulan Ramadan,” ujar Anwar.
Baca juga: Ramadan Sebentar Lagi, Cek Jadwal Imsakiyah Seluruh Indonesia versi Kemenag di Sini, Bisa Pakai Hp
Diharapkan dengan pengawasan yang dilakukan jajaran Pemkot dan Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur warga dapat merasa aman berbelanja
Kepala Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Timur, Ali Nurdin menuturkan pada hari ini pengawasan dilakukan di Pasar Kramat Jati, Pasar Cijantung, Pasar Ciracas, Pasar Cibubur.
Kemudian Pasar Jambul dan lokasi binaan (Lokbin) Makasar, dengan hasil uji laboratorium Sudin KPKP Jakarta Timur terhadap seluruh sampel pangan dinyatakan bebas dari zat berbahaya.
“Total ada 306 sampel yang diuji laboratorium Sudin KPKP dari enam pasar masing-masing diambil 51 sampel, yakni 24 sampel pertanian, 19 sampel perikanan dan 8 sampel peternakan," tutur Ali.
Ada Lapangan Padel di Taman Bendera Pusaka, Pedagang Pasar Barito Disebut Ada yang Menunggangi |
![]() |
---|
Ketua RT Gen Z Dibully Mirip Gibran Sampai Dedi Mulyadi Tanya Usianya, Sang Ayah: Gak Melanggar MK |
![]() |
---|
Pemkot Jakarta Timur Tak Temukan Zat Berbahaya Pada Bahan Pangan di 5 Pasar |
![]() |
---|
Pemkot Jakarta Timur Gelar Job Fair di 10 Kecamatan Pada 21 Mei |
![]() |
---|
3 Sosok Calon Wali Kota Usulan Pramono Anung ke DPRD Jakarta, Ada yang Pernah Jabat Staf Kelurahan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.