Perwira Polisi Angkat Bicara Soal Anaknya yang Terlibat Kecelakaan Maut: Biarkan Hukum yang Bicara

Abu Bakar yang menjabat sebagai Karo Ops Polda NTB , Kombes Pol Abu Bakar Tertusi angkat bicara terkait kasus kecelakaan maut yang melibatkan anaknya.

|
Tribun Jakarta
Ilustrasi kecelakaan dan polisi - Kasat Lantas Polres Jaksel, Kompol Bayu Marfiando benarkan pengemudi Mercy yang tabrak pelajar hingga tewas di Jaksel adalah anak polisi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anak anggota polisi yang menabrak seorang remaja hingga tewas kini tengah ditangani pihak Satlantas Polres Jakarta Selatan.

Pelaku diketahui bernama Maulana Malik Ibrahim (18), putra dari perwira polisi asal Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Kombes Pol Abu Bakar Tertusi.

TONTON JUGA

Abu Bakar yang menjabat sebagai Karo Ops Polda NTB , Kombes Pol Abu Bakar Tertusi angkat bicara terkait kasus kecelakaan maut yang melibatkan anaknya.

Abu Bakar menyerahkan kasus yang menimpa anaknya tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan yang tengah menangani kasusnya.

"Semua proses hukum sudah ditangani Satlantas Polres Jakarta Selatan, biarkan hukum yang bicara saja," kata Abu Bakar saat dihubungi, Selasa (4/4/2023).

Baca juga: Anak Petinggi Polri Matanya Sembab Karena Nangis Setelah Tabrak Pelajar, Kuasa Hukum: Dituduh Mabuk

Sebagai ayah, kata Abu Bakar, dirinya hanya mendoakan yang terbaik untuk kasus yang menjerat anaknya tersebut.

"Saya hanya bisa berdoa agar ananda kami diberikan yang terbaik dari Allah SWT," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pengemudi mobil diduga anak petinggi Polri, MM (18), menabrak seorang pelajar berinisial MSA (18) hingga tewas.

Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (13/2/2023) sekitar pukul 02.20 WIB, saat MM mengemudikan Mercedes Benz (Mercy).

Ketika kejadian, MSA dan temannya, SBA (18), tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario berpelat nomor B 4454 SRT.

Baca juga: Hari Ini, Polisi Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Anak Petinggi Polri yang Tewaskan Pelajar di Jaksel

Saat itulah motor Honda Vario yang dikendarai MSA dan SBA, tertabrak mobil Mercy yang dikemudikan MM.

 Menurut keterangan kakak MSA, N, sang adik dibonceng oleh SBA saat kecelakaan.

"Iya betul, adikku dibonceng," ungkap N saat dihubungi wartawan, Jumat (31/3/2023), dikutip dari TribunJakarta.com.

Lebih lanjut, N mengungkapkan MM langsung kabur setelah kecelakaan terjadi.

Namun, MM akhirnya berhenti dan menepi setelah dikejar oleh driver ojek online.

"Iya betul, adikku dibonceng. (Pengemudi Mercy) mau kabur, terus dikejar sama ojol. Terus dia berhenti," lanjut N.

Menurut Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Bayu Marfiando, kecelakaan terjadi lantaran motor Honda Vario yang ditumpangi MSA, menerobos lampu merah.

Bayu menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, MM yang tengah mengemudikan Mercy sedang melaju dari arah Pejanten di Jalan Taman Margasatwa.

Saat di perempatan Pertanian, lampu lalu lintas berwarna hijau sehingga MM terus melaju.

Tetapi, dari arah berbeda, datang Honda Vario yang dikendarai MSA dan SBA dari arah Cilandak.

Diduga, SBA yang mengemudikan Honda Vario menerobos lampu merah sehingga terlibat kecelakaan dengan Mercy.

"Awalnya satu sudah duluan menerobos, dilanjut dia (korban) terobos jadi."

"Dia berhenti lihat (lampu) merah sambil menunggu kok lama."

"Akhirnya dia terobos nah akhirnya terjadi kecelakaan," terang Bayu pada Sabtu (1/4/2023).

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anaknya Terlibat Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar, Karo Ops Polda NTB: Biar Hukum yang Bicara 

Penulis: Abdi Ryanda Shakti

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved